Duma, Pemuda Asal Lembang Paku Yang Dilaporkan Oleh Kerabatnya ke Polres Torut Membantah Tela Melakukan Penganiayaan Terhadap Pelapor

Toraja Utara, Kabartimur.com- Duma, Pemuda yang dilaporkan atas nama Ismaedi Padatu oleh kerabatnya sendiri Allo Tandi Datu ke polres Toraja Utara membantah telah melakukan penganiayaan terhadap pelapor. Kepada Wartawan Kamis (22/2) terlapor yang mengaku bernama lengkap Ismardi Padatu mengaku bahwa tindakan yang dilaporkan sebagai tindakan penganiayaan oleh pelapor merupakan kejadian yang tidak diinginkannya.

Meskipun diakui bahwa dirinya dan Allo Tandi Datu benar jatuh bersamaan ke sawah namun bukan maksudnya untuk mendorong kerabatnya yang sudah lanjut usia tersebut, Dijelaskan bahwa saat itu lehernya terjerat dengan sarungnya yang ditarik oleh Pelapor. Saat berupaya melepaskan diri dari lilitan sarung itulah yang membuat dirinya dan pelapor terjebur ke sawah yang memang penuh genangan air.

” Lokasi sawah tempat kejadian kami manfaatkan untuk memelihara ikan, saat kejadian bapak Allo Tandi Datu menguras air dari sawah tersebut dengan melubangi pematang sawah, saya datang untuk menutup lubang pematang tersebut karena khawatir jangan sampai sawahnya kekeringan dan ikannya mati, waktu itu saya pake sarung, dan sarung yang saya pakai inilah yang dililit oleh pelapor di leher saya, karena ingin melepaskan diri dari lilitan sarung tersebut makanya kami terjebur ke sawah” jelasnya.

Baca Juga :   Ketua Tim Penggerak Desa Wisata Salu Turut Mengapresiasi Peningkatan Ruas Jalan Salu Alang-Alang

Duma juga membantah bahwa dirinya berusaha menekan Allo Tandi Datu kedalam air, Ia mengaku kejadian yang dianggapnya sebagai upaya menekan kerabatnya itu kedalam air adalah usaha yang dilakukan untuk membebaskan diri dari lilitan sarung. Lokasi kejadian pun dibantah sebagai kubangan kerbau, bahwa itu adalah pematang sawah yang memang tergenang air.

” Waktu sarung sudah berhasil saya lepaskan, saya langsung berlari meninggalkan beliau” Singkatnya ( Soetanto)

Pos terkait