Dongkrak Ekonomi Wondama, Paslon HEMAT akan ‘Hidupkan’ Kembali Pasar Sanduai

  • Whatsapp

WASIOR – Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Teluk Wondama jalur independen Hendrik Mambor-Andarias Kayukatuy (HEMAT) menyatakan akan membuka kembali Pasar Sanduai untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi Kabupaten Teluk Wondama jika terpilih pada 9 Desember mendatang.

Pasangan calon nomor urut 4 itu menilai ekonomi Kabupaten Teluk Wondama mengalami kelesuan dalam 4 tahun terakhir. Pembukaan kembali Pasar Sanduai dipandang menjadi salah satu solusi untuk bisa meningkatkan perputaran uang sehingga pada gilirannya bisa menggeliatkan kembali ekonomi Wondama yang sedang lesu saat ini.

Bacaan Lainnya

“Kami akan stabilkan ekonomi daerah dengan anggaran (APBD) yang kita punya. Uang pemerintah harus berputar di Wondama agar ekonomi masyarakat bisa terus meningkat.

Kita akan bangun kembali Pasar Sanduai agar ekonomi kita yang sekarang ini lesu bisa meningkat. Dan kontraktor yang kita gunakan adalah kontraktol lokal, “ucap Mambor dalam kampanye terbatas di Kampung Rado Distrik Wasior, Sabtu (24/10/2020).

Calon wakil bupati Andarias ‘Andi’ Kayukatuy menambahkan pembangunan Pasar Sanduai merupakan salah satu buah pikiran cerdas dari bupati pertama Teluk Wondama mendiang Alberth Torey.

Karena itu, Mambor-Andi bertekad untuk menghidupkan kembali pasar tersebut sebagai bagian dari penghargaan terhadap almahrum.

“Kami akan melanjutkan amanah dari bapak Alberth Torey maka kita akan bangun kembali Pasar Sanduai sehingga perputaran ekonomi di kabupaten ini dapat berjalan lebih baik. Tetapi sebelum membangun kembali, kita akan tata dulu kali-kali (sungai) di sekitar Sanduai, “ucap Andi.

Untuk diketahui, Pasar Sanduai sempat menjadi Pasar Sentral alias pasar utama di Kabupaten Teluk Wondama semasa pemerintahan bupati Alberth Torey. Namun baru sekitar setahun diresmikan, Pasar Sanduai luluh lantak diterjang banjir bandang dashyat pada 2010.

Dengan bantuan dari Provinsi Papua Barat, Pasar Sanduai kemudian dibangun kembali pada 2011 hingga 2012.

Namun, meski secara fisik bangunan pasar sudah siap pakai, namun pasar yang berlokasi di sisi utara kota Wasior itu tak kunjung dimanfaatkan dan dibiarkan terlantar sampai sekarang ini.

Kabarnya, Pemkab Wondama belum bisa mengoperasionalkan Pasar Sanduai lantaran belum ada hibah penggunaan dari Pemprov Papua Barat. Adapun sejak 2017, nama Pasar Sanduai semakin terlupakan seiring dengan dibukanya Pasar Sentral Iriati. (Nday)

Pos terkait