Debat Publik Pilkada, IDAMAN Tegaskan Pembangunan SDM Wondama Tidak Bisa Ditawar-tawar Lagi

  • Whatsapp

WASIOR – Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Teluk Wondama Paulus Indubri-Kuro Matani kembali menekankan pentingnya menyiapkan sumber daya manusia (SDM) masyarakat lokal agar bisa memiliki kemampuan mengelola sumber daya alam berlimpah yang dimiliki Wondama.

Dalam Debat Publik Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Teluk Wondama Tahun 2020 putaran pertama yang digelar di aula SMPN Wasior, Selasa (17/11/2020), paslon nomor urut 3 itu menegaskan bahwa Wondama membutuhkan SDM yang unggul untuk bisa membawa kabupaten yang telah berusia 18 tahun itu berlari lebih cepat guna mengejar ketertinggalan dari daerah lainnya di tanah Papua.

Bacaan Lainnya

“Kita perlu mendesain dan mensiasati SDM sejak dari usia dini bahkan dari dalam kandungan ibunya, bukan hanya yang saat ini sudah bersekolah. Ini jadi prioritas kami. Baik lewat pendidikan formal dan informal terutama untuk mempersiapkan SDM anak lokal Wondama untuk bisa mampu mengelola SDA yang ada, “ucap Indubri.

Hal itu disampaikan Indubri menjawab pertanyaan yang disiapkan panelis terkait strategi pengembangan ekonomi kreatif dan pengembangan SDA untuk memajukan Kabupaten Teluk Wondama.

Lebih lanjut dalam debat publik yang dipandu Ismail Ghonu – dosen STIH Manokwari – Wakil Bupati Teluk Wondama Petahana itu menegaskan peningkatan kualitas SDM menjadi kebutuhan mendesak yang tidak bisa ditawar-tawar lagi.

Karena itulah duet Indubri-Matani (IDAMAN) menempatkan pendidikan dan kesehatan sebagai sektor prioritas jika mereka terpilih dalam Pilkada 2020.

“Kalau kita tidak desain anak-anak lokal maka kemungkinan besar pasar (pariwisata dan pengembangan SDA yang lain) ini akan direbut oleh orang lain. Mereka akan tertinggal dan hanya jadi penonton. Ini syarat yang tidak boleh ditawar-tawar, “tandas Indubri.

Maka dari itu, lanjut calon bupati yang diusung Perindo, PKS, PPP dan NasDem, jika terpilih menjadi pemimpin baru Wondama, langkah terdepan yang dilakukan adalah memastikan layanan pendidikan dan kesehatan pada semua tingkatan berjalan dengan baik.

IDAMAN juga bertekad memutus kesenjangan layanan pendidikan dan kesehatan antara wilayah perkotaan dengan wilayah pedalaman dan pesisir serta kepulauan yang selama ini terjadi.

“Karena itu guru dan tenaga medis di daerah pedalaman, pesisir dan pulau-pulau harus dipastikan yang punya mental dan etos kerja baik. Kami pastikan mereka semua harus ada di tempat untuk melayani masyarakat. Ini harus dimulai dari sekarang supaya kita bisa melangkah lebih cepat, “ucap eks Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Papua ini. (Nday)

Pos terkait