Debat Publik Pilkada, Mambor-Andi Janji Buka Bank Papua di Wilayah Terluar untuk Dongkrak IPM

  • Whatsapp

WASIOR – Pasangan calon bupati dan wakil bupati Teluk Wondama jalur independen Hendrik Mambor-Andarias Kayukatuy berjanji menghadirkan layanan perbankkan sampai ke distrik dan kampung terluar.

Bagi paslon nomor urut 4 itu, hadirnya bank hingga ke distrik dan kampung terluar merupakan terobosan untuk mendorong percepat pertumbuhan ekonomi masyarakat yang pada gilirannya akan mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Wondama.

Hendrik Mambor menyampaikan itu dalam Debat Publik Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Teluk Wondama tahun 2020 yang digelar KPU Teluk Wondama di aula SMPN Wasior, Selasa (17/11/2020).

Dalam debat publik putaran pertama itu, duet Mambor-Andi (HEMAT) mendapat kesempatan menjawab pertanyaan dari panelis terkait masih rendahnya IPM Teluk Wondama. Berdasarkan data BPS, IPM Wondama pada 2019 adalah 59,82 yang berarti masih dalam kategori rendah.

Mambor mengatakan, mendekatkan akses perbankkan hingga ke distrik dan kampung merupakan salah satu strategi untuk mendorong peningkatan IPM terutama dari sektor ekonomi.

Selain untuk memudahkan masyarakat di wilayah terjauh dan terluar untuk mengakses layanan perbankkan misalnya untuk modal usaha, keberadaan bank juga diharapkan akan mendorong bertumbuhnya budaya menabung terutama bagi masyarakat lokal setempat.

“Kalau dengan kondisi sekarang, bagaimana dia bisa simpan uang. Orang di Roswar dia jual ikan setelah itu habis karena tinggal di kantong pinang. Itu berarti uang akan habis. Kami bertekad untuk meningkatkan akses pelayanan bank supaya masyarakat mengelola SDA yang ada untuk menghasilkan uang.

Dia investasi bagi kepentingan keluarga dia, investasi bagi kepentingan pendidikan, investasi bagi kepentingan kesehatan, investasi bagi kepentingan ekonomi, “ujar eks Kepala Bappeda Wondama ini.

Mambor menyatakan pihaknya telah melakukan pembicaraan awal dengan manajemen Bank Papua terkait rencana pembukaan kantor kas di sejumlah wilayah distrik dan kampung terluar di Wondama.

Adapun sejauh ini, selain di kota Wasior sebagai pusat ekonomi Kabupaten Teluk Wondama, Bank Papua baru memiliki satu kantor kas pembantu di tingkat distrik yaitu distrik Windesi dari total 13 distrik yang ada di Wondama.

“Kami sudah bicara dengan Komisaris Bank Papua untuk membuka kantor kas Bank Papua di beberapa pulau yaitu di Rumberpon dan Roswar.

Bukan hanya untuk membantu masyarakat setempat saja tetapi pada saat pariwisata Wondama maju maka di situlah ada akses layanan bank untuk semua kepentingan,“pungkas salah satu tokoh pelopor pembentukan Kabupaten Teluk Wondama. (Nday)

Pos terkait