BPJAMSOSTEK Cabang Manokwari Sasar Pekerja Sektor Keagamaan Non PNS

  • Whatsapp

MANOKWARI, kabartimur.com – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atau BPJAMSOSTEK Cabang Manokwari sosialisasi jajaki kerja sama operasional dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Papua Barat.

Rapat Kerjasama yang dilaksanakan di Manokwari tersebut, merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman antara kementrian agama dengan BPJS ketenagakerjaan ketenagakerjaan terkait Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi Pekerja Sektor Keagamaan.

Bacaan Lainnya

Kepala BPJAMSOSTEK Cabang Manokwari Karolus Sigalingging menjelaskan, ruang lingkup rencana MoU tersebut di antaranya optimalisasi program jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja sektor keagamaan non PNS yang terdiri dari pendidik, tenaga kependidikan dan tenaga pendukung lainnya.

Selain itu juga mencakup, tenaga pendukung pada satuan pendidikan keagamaan, penyuluh agama, pembantu pejabat pencatat nikah

“Bersama Kanwil Kemenag, kami juga akan memberikan sosialisasi dan edukasi terkait manfaat program jaminan sosial ketenagakerjaan,” terangnya.

Lebih lanjut Carolus mengatakan, terbitnya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2021 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan untuk menjamin semua pekerja mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Dari empat layanan BPJS Ketenagakerjaan Kerjaan, yakni Jaminan Hari Tua (JHT) , Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) , Jaminan Kematian (JKM), dan Jaminan Pensiun (JP). Langkah awal BPJAMSOSTEK Cabang manokwari menekankan pada Dua layanan utama JKM dan JKK.

“Dengan hanya membayar iuran sekitar 18.000 Rupiah perbulan, pekerja akan mendapat perlindungan melalui program jaminan kecelakaan kerja (JKK) dan jaminan kematian (JKM),” Lanjut dia

Selain itu, dua orang anaknya dari penerima manfaat BPJS Ketenagakerjaan akan mendapat beasiswa mulai dari TK sampai perguruan tinggi.

“Sedangkan jika mengalami kecelakaan kerja akan dibiayai perawatan dan pengobatannya. Sampai sembuh, pekerja tidak mengeluarkan biaya,” tambahnya.

Dengan berbagai manfaat tersebut, Carolus mengimbau kepada para pekerja sektor keagamaan di lingkungan Kanwil Kemenag Provinsi Papua Barat untuk mendaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Meski belum diketahui pasti jumlah Tenaga kerja sektor keagamaan di Papua Barat, namun Carolus memastikan angkanya mencapai Ribuan orang.

“Kami belum punya data valid terkait jumlah, karena data tersebut ada di Kementrian Agama. Namun dipastikan mencapai ribuan orang,” Tutup dia.(TS)