BPBD Wondama dan Dinas Sosial Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Windesi

WASIOR – Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama kembali menyalurkan bantuan bagi warga korban banjir di Distrik Windesi.

Kamis (11/8), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Dinas Sosial turun lapangan membagikan bantuan berupa bahan pokok juga peralatan masak dan perlengkapan tidur yang dibutuhkan para korban.

Diketahui, banjir akibat meluapnya sungai Masasopi, Waryowi dan Ranggup lalu pada Sabtu dini hari (6/8) lalu mengakibatkan sedikitnya 78 kepala keluarga di Distrik Windesi terdampak.

Warga yang terdampak mencakup dua kampung/desa yakni Kampung Windesi dan Wamesa Tengah. Sejumlah fasilitas umum dan infrastruktur juga mengalami kerusakan akibat diterjang banjir yang sudah kali ketiga terjadi dalam tahun ini.

Bantuan yang disalurkan BPBD antara lain berupa beras, minyak goreng, telur, mie instan, air kemasan juga paket berisi gula, kopi, teh, garam dan biskuit kaleng. Termasuk juga susu formula untuk balita dan batita. Total setiap KK menerima  13 jenis barang.

Baca Juga :   Mantap! Pemkab Wondama Terima Penghargaan dari Menkeu Sri Mulyani dan Gubernur Papua Barat

“Untuk masyarakat yang menerima bantuan, ini adalah bentuk perhatian dari pemerintah daerah untuk meringankan beban masyarakat yang menjadi korban banjir, “kata Kepala Seksi Rekonstruksi BPBD Yakonias Sanggemi yang hadir mewakili Kepala Pelaksana Aser Waroy.

Sementara dari Dinas Sosial bantuan yang disalurkan berupa kasur dan perlengkapan tidur khusus untuk korban lanjut usia juga peralatan dapur dan family kit.

“Ini adalah berkat yang harus kita syukuri, jadi mau banyak atau sedikit kita semua harus mensyukuri, “kata Anance Betay, Kepala Bidang Perlindungan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Teluk Wondama.

Salah satu warga korban banjir, Maria Marani mengaku senang dan bersyukur bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah. Sebagai seorang janda lanjut usia, Maria menyebut bantuan berupa bahan pokok juga perlengkapan dapur yang dia terima sangat membantu.

“Mama senang karena sudah terima bantuan. Tapi mama minta kalau bisa ada kompor karena mama tidak ada kompor, “ucap Maria yang mengaku rumahnya terendam hingga 30 cm pada saat kejadian.

Baca Juga :   Soal Dana Desa, Bupati Imburi : Masing-masing Jaga Diri

Warga Minta Dibangun Tanggul Sungai 

Kepala Distrik Windesi Moses Windesi atas nama masyarakat menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Teluk Wondama melalui BPBD dan Dinsos yang telah menyalurkan bantuan kepada para korban banjir.

Meski demikian menurut Moses, hal terpenting yang menjadi harapan warga adalah penanganan yang serius terhadap sungai/kali yang selama ini menjadi sumber banjir.

“Masyarakat terima bantuan ini dengan suka cita. Tapi mereka punya kerinduan (yang telah disampaikan) lewat musdis (musrebang distrik) dari tahun ke tahun yaitu talud (tanggul) sepanjang aliran tiga sungai ini, “ucap Moses.

“Mereka trauma karena kalau tidak ada talud. Kalau hujan (lebat) pasti mereka tidak tidur karena tidak ada talud yang melindungi, “lanjutnya.

Hal yang sama juga menjadi penegasan anggota DPRD asal Distrik Windesi Janes Moses Golongi yang turut hadir dalam kesempatan itu.

Baca Juga :   Pemilu di Wondama Lancar Tapi Tak Bebas Dari Masalah, Ini Datanya

Politisi Partai Perindo itu berharap Pemkab secepatnya mengambil langkah untuk menata aliran sungai yang selama ini menjadi pemicu banjir.

“Sumber masalahnya itu adalah kali. Jadi yang diharapkan masyarakat itu adalah aliran kali itu diperdalam dan dibangun tanggul supaya masyarakat ini aman. Karena kalau tidak diurus kali itu maka pasti akan terjadi banjir lagi, “ujar Golongi.

 

Dalam keterangan pers sebelumnya di Wasior, Sekretaris BPBD Teluk Wondama Frederik Payung menjelaskan, Pemkab Teluk Wondama melalui SK Bupati telah menetapkan masa tanggap darurat banjir Windesi selama 14 hari terhitung sejak 8 -22 Agustus 2022.

Soal tanggul kali yang menjadi harapan masyarakat, Payung mengatakan pihaknya telah mengajukan permohonon kepada BNPB untuk membantu pembangunan tanggul pada tiga sungai yang selama ini menjadi sumber banjir di Windesi.

“Kalau harap APBD pasti tidak mampu. Karena ini besar (anggaran besar),  “kata Payung. (Nday)

Pos terkait