Gereja Katolik Wasior Resmi Jadi Paroki Mandiri, Uskup Hilarion Kenang Jasa Besar Mendiang Alberth Torey

WASIOR – Setelah 25 hadir di Kabupaten Teluk Wondama, Gereja Katolik Santo Laurentius Wasior akhirnya naik status dari Praparoki menjadi Paroki mandiri.

Pendirian dan Peresmian Paroki Santo Laurentius Wasior ditetapkan dalam Surat Keputusan Uskup Manokwari Sorong Nomor 21026/A 52/VIII.22.HDL tertanggal 1 Agustus 2022.

Peresmian Paroki Santo Laurentius Wasior ditandai dengan misa (ibadah syukur) meriah yang dipimpin langsung Uskup Manokwari-Sorong Mgr. Hilarion Datus Lega di Wasior, Rabu (10/8/2022) dengan dihadiri ratusan umat katolik setempat.

Misa dan ramah tamah peresmian Paroki Santo Laurentius Wasior dihadiri Wakil Bupati Teluk Wondama Andarias Kayukatuy yang datang bersama istri Ny Iche Pabutungan Kayukatuy, Kapolres AKBP Yohanes Agustiandaru, Ketua BKAG Pendeta Mardianto Tungga dan Ketua Klasis GKI Wondama Pendeta Rosalie Wamafma.

Uskup Hilarion juga sekaligus melantik Dewan Pengurus Paroki (DPP) Santo Laurentius Wasior periode 2022-2025 dengan Romo Thomas Kristiawan selaku ketua umum (ex officio) sekaligus Pastor Paroki dan Bernardus Setiawan sebagai ketua harian.

Baca Juga :   Turun Drastis, Kasus Aktif Corona di Wondama Tinggal 15 Orang

Pada kesempatan itu Uskup Hilarion atas nama umat katolik di Wondama menyampaikan penghargaan dan apresiasi yang tinggi kepada Pemkab Teluk Wondama atas perhatian dan dukungannya terhadap keberadaan gereja katolik di Wondama.

Secara khusus Uskup menyampaikan penghargaan dan rasa terima kasih kepada bupati pertama Teluk Wondama mediang Alberth Torey atas jasa dan perhatiannya yang besar untuk umat katolik.

Salah satu wujud perhatian besar Pemda semasa dipimpin Torey adalah membangun gedung gereja katolik yang baru di Iriati Wasior. Gedung gereja yang merupakan hibah dari Pemkab Wondama itu kini menjadi rumah peribadatan utama umat katolik di Kabupaten Teluk Wondama.

“Jadi umat katolik di Teluk Wondama jangan pernah anda melupakan jasa dan perhatian dari Bapak Alberth Torey, “ucap Uskup.

Menurut Uskup salah satu bentuk penghargaan umat katolik di Wondama terhadap jasa dan karya mendiang Alberth Torey adalah dengan mengabadikannya sebagai nama SMP Katolik Wasior yang dikenal dengan SMP Katolik Santo Albertus Wasior.

Baca Juga :   381 CPNS Wondama Mulai Latsar, Mambor Ingatkan Disiplin Jadi Modal Wujudkan PNS Profesional

“Memang nama SMP itu bukan SMP Albertus Torey karena Albertus Torey bukan santo. Tapi Albertus itu sendiri diambil dari nama beliau Alberth Torey, “jelas pemimpin umat katolik se Provinsi Papua Barat itu.

Wakil Bupati Andarias Kayukatuy dalam sambutannya mengapresiasi peran dan kontribusi umat katolik dalam mendukung pembangunan di Wondama maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

Andi, sapaan karib Wakil Bupati berharap peningkatan status menjadi paroki mandiri membuat gereja katolik semakin meningkatkan kontribusi untuk kemajuan Kabupaten Teluk Wondama.

Secara khusus di bidang pendidikan dengan hadirnya sekolah-sekolah katolik yang selama ini telah diakui kualitasnya oleh masyarakat Teluk Wondama.

“Harapan kami gereja katolik bisa berperan lebih besar lagi di bidang pendidikan dalam rangka penyiapan sumber daya manusia (SDM) yang nantinya akan menjadi SDM yang membangun negeri ini, “pesan Andi.

Baca Juga :   Tak Ada Petugas Bertahun-tahun, Kepala Kampung di Wondama Ancam Tutup Pustu

Romo Thomas Christiawan selaku Pastor Paroki Santo Laurentius Wasior mengingatkan bahwa menjadi paroki mandiri adalah dambaan umat katolik di Wondama sejak 25 tahun lalu.

Itu sebabnya dia menekankan menjadi paroki jangan hanya sekedar status atau hanya sebagai kebanggaan belaka.

“Kita harus berani mengutamakan Kristus yang kita imani. Melakukan apa yang menjadi sabda-Nya dan apa yang menjadi harapan masyarakat kita mampu untuk menjadi garam dan terang untuk kehidupan di Teluk Wondama ini, “ujar Romo Thomas. (Nday)

Pos terkait