Bercak Merah Kecokelatan di Sandal Desty Jadi Sorotan, Kuasa Hukum Desak Uji Forensik Kematian Yanto Idorway

MANOKWARI, Kabartimur.com— Bercak merah kecokelatan yang diduga darah pada sandal atau sepatu serta celana jeans milik Desty menjadi salah satu temuan yang disorot dalam penelusuran kematian Yanto Idoorway. Temuan tersebut memunculkan pertanyaan yang perlu dijawab melalui pemeriksaan laboratorium forensik untuk memastikan jenis bercak, karakteristik, dan kemungkinan keterkaitannya dengan perkara.

Kuasa hukum keluarga Yanto Idoorway, Yohannes Akwan, S.H menegaskan bahwa bercak tersebut tidak boleh diabaikan. Namun, ia mengingatkan agar tidak ada pihak yang terburu-buru menyimpulkan bahwa bercak itu merupakan darah korban sebelum hasil pemeriksaan ilmiah memastikan faktanya.

“Jangan langsung disimpulkan sebagai darah korban. Harus diperiksa secara laboratoris. Pertanyaannya, apakah benar darah, kemudian darah siapa, dan bagaimana bercak itu bisa berada pada sepatu atau sandal serta celana jeans tersebut,” kata Yohannes.

Menurutnya, pemeriksaan laboratorium menjadi penting untuk memastikan apakah bercak merah kecokelatan itu benar merupakan darah. Jika terbukti, pemeriksaan lanjutan diperlukan untuk mengetahui karakteristiknya dan, sejauh dimungkinkan secara ilmiah, mengidentifikasi asal biologisnya.

Baca Juga :   Lagi, Bupati Ingatkan BKD Tuntaskan Berkas Kenaikan Pangkat Pegawai

Bagi tim hukum keluarga, hasil pemeriksaan tersebut dapat menjadi salah satu bagian penting dalam menguji rangkaian peristiwa yang berujung pada kematian Yanto. Karena itu, barang-barang yang memuat bercak tersebut perlu ditangani sesuai prosedur pembuktian dan dikaitkan dengan temuan lain dalam penyidikan.

Luka Tangkisan dan Waktu Kematian Juga Perlu Didalami

Selain bercak yang diduga darah, visum terhadap Yanto memuat temuan lain yang dinilai membutuhkan penjelasan lebih lanjut. Salah satunya adalah keterangan, “Terdapat luka tangkisan pada bagian punggung lengan.”

Karakter luka tersebut, termasuk kemungkinan mekanisme terjadinya, perlu dianalisis oleh ahli forensik. Penjelasan medis diperlukan untuk mengetahui apakah luka itu memiliki keterkaitan dengan suatu peristiwa sebelum korban ditemukan meninggal.

Visum juga mencantumkan perkiraan waktu kematian berdasarkan isi lambung. Dalam dokumen tersebut disebutkan, “Perkiraan kematian korban berdasarkan isi lambung yaitu antara 4 s/d 6 jam setelah makan yang terakhir kali.”

Baca Juga :   5 Kasus Kriminal Tertinggi di Wondama Sepanjang 2022, Penganiayaan dan Pencurian Terbanyak

Keterangan itu perlu dicocokkan dengan aktivitas terakhir Yanto, keterangan para saksi, serta waktu dan kondisi saat jenazah ditemukan. Perkiraan berdasarkan isi lambung tersebut tidak dapat berdiri sendiri sebagai penentu waktu kematian secara pasti.

Catatan investigasi keluarga turut memuat sejumlah kemungkinan mengenai mekanisme kematian, termasuk dugaan korban mengalami perendaman di air atau bentuk kekerasan lainnya. Namun, seluruh kemungkinan itu harus diuji melalui bukti medis, hasil laboratorium, dan penyidikan, bukan diperlakukan sebagai fakta yang telah terbukti.

Penyidikan Diminta Tidak Hanya Terpaku pada Lokasi Penemuan Jenazah

Lokasi penemuan jenazah di kawasan Air Terjun Memti juga menjadi bagian yang perlu didalami. Tim hukum keluarga menilai penyidik perlu menelusuri secara utuh peristiwa sebelum Yanto ditemukan meninggal, termasuk kemungkinan yang berkaitan dengan keberadaan korban di lokasi tersebut.

Baca Juga :   Bulan Suci Ramadhan, Pemda Bersama MUI Gelar Safari Ramadhan

Yohannes menegaskan, pengungkapan perkara tidak cukup hanya dengan melihat lokasi penemuan jenazah. Seluruh temuan harus diuji dan dicocokkan untuk membangun rangkaian peristiwa berdasarkan alat bukti yang sah.

“Visum, kondisi jenazah, hasil pemeriksaan laboratorium, TKP, keterangan saksi, rekonstruksi dan seluruh barang bukti harus dianalisis sebagai satu rangkaian. Tidak boleh ada temuan penting yang dilewatkan,” ujarnya.

Ia meminta penyidik memeriksa seluruh barang bukti secara objektif, profesional, dan ilmiah, termasuk menelusuri asal-usul bercak merah kecokelatan pada sandal atau sepatu serta celana jeans milik Dest.

Bagi keluarga, kejelasan atas setiap temuan menjadi penting agar penyebab dan rangkaian kematian Yanto Idoorway dapat diungkap secara terang, sekaligus memastikan proses hukum berjalan berdasarkan fakta dan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan. (*)

Pos terkait