120 Pengawas TPS Resmi Dilantik, Bawaslu Wondama Tekankan Keharusan Bersikap Netral

  • Whatsapp

WASIOR – Sebanyak 120 petugas Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) Pilkada Kabupaten Teluk Wondama tahun 2020 resmi dilantik.

Pelantikan dilakukan oleh 13 Ketua Panwas Distrik se-Kabupaten Teluk Wondama di aula SMAN 01 Wondama di hadapan jajaran Bawaslu Teluk Wondama, Senin (16/11/2020).
Pengawas TPS sendiri akan bertugas mengawasi jalannya proses pungut hitung pada 120 TPS di seluruh Wondama pada 9 Desember nanti. Selain mengucapkan sumpah janji, para PTPS juga menandatangani pakta integritas yang menjadi bentuk komitmen mereka untuk bekerja secara profesional dengan menjunjung tinggi prinsip independensi dan netralitas.

Bacaan Lainnya

“Menjaga profesionalisme, integritas, independensi dan netralitas, “demikian salah satu poin pakta integritas yang dibacakan Yunita Ferawati Djiparem, Pengawas TPS Kampung Maniwak Distrik Wasior.

Ketua Bawaslu Menahen Sabarofek menekankan bahwa tugas Pengawas TPS sangat penting karena ikut menentukan keberhasilan pelaksanaan Pilkada tahun 2020. Karena itu dia mengingatkan seluruh PTPS agar benar-benar bekerja secara profesional dengan tetap mengedepankan integritas dan netralitas sebagai penyelenggara.

“Saya perlu garis bawahi saudara-saudara adalah jajaran pengawas pemilihan yang siap untuk bekerja dan mengawal proses demokrasi yang ada. Tetapi juga menjunjung tinggi integritas karena integritas adalah jati diri seorang pengawas pemilu. Dan tidak mudah dipengaruhi atau menjaga independensi sehingga saudara bisa dipercaya,“ pesan Sabarofek.

Lebih lanjut Ketua Bawaslu mengingatkan bahwa boleh jadi dari 120 petugas PTPS yang baru dilantik ada yang memiliki hubungan keluarga dan kekerabatan dengan ke-4 pasangan calon yang maju dalam Pilkada Teluk Wondama 2020.

Itu sebabnya dia lagi-lagi menekankan pentingnya seorang pengawas pemilu memiliki keteguhan hati untuk tetap bersikap netral dalam menjalankan tugas demi memastikan Pilkada 2020 berjalan dengan jujur dan adil.

“Integritas dan netralitas itu sangat menentukan baik dan tidaknya Pilkada nanti. Ketika saudara-saudari bisa menunjukkan prinsip dasar seperti demikan, maka saudara-saudari telah memiliki andil dan berkontribusi dalam mengawal demokrasi di daerah ini, “ucap lulusan FISIP Univertisas Sam Ratulangi Manado itu.(Nday)

Pos terkait