Warga Manggala bersama GRD bakal kembali berunjuk rasa minta penegak hukum periksa indikasi korupsi Proyek Alur Sungai Kajenjeng Ni[a-nipa

  • Whatsapp

Makassar– Untuk kali kedua, aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan ReVolusi Demokratik (GRD) dan akan dibantu ratusan warga Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala, akan kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Polda Sulselbar dan Kejati Sulselbar, Senin (28/3).

Aksi ini kembali akan meneriakkan di depan aparat penegak hukum, agar secepatnya mengambil tindakan hukum atas dugaan korupsi pada Proyek Alur Sungai SNTV Nipa-nipa, Tello, Kajenjeng, di Kecamatan Manggala Tahun Anggaran 2015.

Etus, Jenderal Lapangan aksi ini, meminta keseriusan pihak aparat penegah hukum baik kepolisian maupun kejaksaan, agar segera melakukan penegakan supermasi hukum, khususnya dalam proses pemberantasan kasus korupsi, termasuk pekerjaan alur sungai kajenjeng tersebut,

“Kami akan terus melakukan pengawalan terhadap indikasi korupsi proyek yang bisa berdampak buruk terhadap warga sekitar Sungai Kajenjeng, kecamaytan Manggala. Kamipun bersama warga setempat berharap, pemerintah maupu aparat hukum tidak tinggal diam melihat indiksi korupsi tersebut,” tambah Etus, Sabtu (26/3).

Sementara Aco, salahsatu warga yang bermukim tak jauh dari area proyek, mengatakan, khusus pembuatan bibir sungai (tanggul) tersebut terkesan akal-akalan saja. Alasannya pihak kontraktor tidak menggunakan tanah merah untuk dijadikan bibir sungai, melainkan hanya menggunakan sedimen lumpur sungai tersebut.

“Hal itu membuat kami waspada dengan meluapnya air di sungai tersebut. Kami yakin, proyek yang menelan Anggaran APBN TA.2015 senilai Rp.16 Miliar itu, hanya merugikan negara. karena itu aparat hukum diminta secara moral bisa menegakkan hukum,” pinta warga Kecamatan Manggala ini.

Penulis: Zulkifli Malik

Pos terkait