Fakfak, kabartimur.com- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Papua Barat dan Papua Barat Daya terus mendorong pengembangan ekonomi daerah melalui penguatan akses keuangan bagi sektor unggulan, salah satunya komoditas pala di Kabupaten Fakfak, Papua Barat.
Hal tersebut disampaikan Kepala OJK Papua Barat dan Papua Barat Daya, Budi Rahman, dalam Focus Group Discussion (FGD) terkait strategi pengembangan pala guna memperluas akses pembiayaan dan membuka peluang pasar ekspor. Kegiatan ini digelar di Kantor OJK Fakfak pada Kamis (16/4).
FGD tersebut dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Kabupaten Fakfak, organisasi perangkat daerah, akademisi, lembaga jasa keuangan, serta pelaku usaha di sektor perkebunan pala.
Dalam sambutannya, Budi Rahman menegaskan bahwa terbitnya Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 memperkuat mandat OJK, tidak hanya dalam aspek pengaturan dan pengawasan sektor jasa keuangan, tetapi juga dalam mendorong optimalisasi peran sektor keuangan bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat dan berkelanjutan.
“Komoditas pala merupakan sektor basis dan unggulan Fakfak yang sangat potensial untuk dikembangkan sebagai fokus program ekonomi daerah. OJK terus mendorong sektor jasa keuangan memperluas pembiayaan kepada pelaku usaha pala, sehingga pengembangan ekonomi hijau dapat memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Budi.
Kegiatan ini juga mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Fakfak. Bupati Fakfak yang diwakili Pelaksana Harian Sekretaris Daerah, Zulfiqar W. Bauw, menyampaikan bahwa pala bukan sekadar komoditas, melainkan identitas ekonomi masyarakat Fakfak.
“Sinergi dan kolaborasi antara OJK, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan dalam Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah diharapkan mampu memperkuat pengembangan ekonomi berbasis pala yang berkelanjutan. Ini sekaligus menjadi upaya mengembalikan kejayaan rempah pala sebagai kebanggaan Bumi Satu Tungku Tiga Batu,” ujarnya.
Melalui sinergi antara OJK, pemerintah daerah, lembaga jasa keuangan, akademisi, dan pelaku usaha, diharapkan terbentuk ekosistem industri pala Fakfak yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Langkah ini diyakini tidak hanya meningkatkan akses pembiayaan dan daya saing ekspor, tetapi juga mendorong Fakfak menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan timur Indonesia.
OJK juga berharap forum koordinasi seperti FGD ini dapat terus diperkuat, tidak hanya untuk pengembangan komoditas pala, tetapi juga untuk mendorong sektor unggulan lainnya sebagai bagian dari upaya memperluas akses keuangan dan memperkuat perekonomian daerah. (Red/*)






