HALTIM, Kabartimur.com – PT Position meluncurkan program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) melalui budidaya ikan nila air tawar di Desa Maba Sangaji, Kecamatan Kota Maba, Kabupaten Halmahera Timur (Haltim), Maluku Utara. Program ini diharapkan menjadi peluang usaha produktif untuk meningkatkan pendapatan warga sekaligus memperkuat ketahanan pangan lokal.
Program bertajuk *Pemberdayaan Ekonomi Melalui Budidaya Ikan Nila Air Tawar* tersebut resmi diluncurkan pada 10 Oktober 2026. Inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.
Peluncuran program dihadiri Kepala Desa Maba Sangaji, Kepala Bidang Budidaya Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Halmahera Timur, perwakilan manajemen PT Position, tim *Community Development* (Comdev), serta anggota kelompok pembudidaya ikan setempat.
Program ini melibatkan empat kelompok pembudidaya ikan nila dengan dua metode budidaya yang disesuaikan dengan kondisi wilayah dan kebutuhan masing-masing kelompok.
Kelompok Halmahera Fish Pond dan Wobtubo menerapkan sistem kolam terpal yang dilengkapi teknologi aerasi untuk menjaga ketersediaan oksigen dalam air. Metode ini diharapkan mampu mendukung produktivitas budidaya meski dengan keterbatasan lahan.
Sementara itu, Kelompok Welespopo dan Nila Mandiri menggunakan sistem kolam tanah dengan keramba. Metode tersebut memanfaatkan potensi kolam yang tersedia sekaligus mempermudah pengelolaan dan pengawasan ikan hingga masa panen.
Perwakilan Community Development PT Position menyampaikan bahwa program tersebut merupakan bentuk investasi sosial perusahaan untuk mendorong masyarakat tumbuh dan berkembang bersama perusahaan.
Dukungan yang diberikan tidak hanya berupa bantuan awal berupa bibit ikan, pakan, dan infrastruktur kolam, tetapi juga pendampingan teknis secara berkala. Pendampingan ini diharapkan memperkuat kemampuan kelompok dalam mengelola usaha budidaya secara mandiri dan berkelanjutan.
Dukungan serupa juga diberikan Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur melalui DKP. Pemerintah daerah menyatakan kesiapan untuk menyinergikan program tersebut dengan peran penyuluh perikanan guna meningkatkan kapasitas kelompok dan mengoptimalkan hasil produksi.
Kepala Bidang Budidaya DKP Halmahera Timur, Ahmad Hasan, menegaskan bahwa keberhasilan usaha budidaya ikan membutuhkan proses, konsistensi, semangat, dan komitmen dari setiap kelompok.
“Budidaya itu adalah proses. Saya menekankan kepada kelompok untuk konsisten, semangat, dan komitmen, hingga nanti masyarakat yang tergabung dalam kelompok ini dapat merasakan keuntungan ekonomi secara nyata dari sektor budidaya ini,” kata Ahmad.
Melalui kolaborasi antara perusahaan, pemerintah daerah, dan masyarakat, program PPM ini diharapkan mampu membuka peluang usaha baru, meningkatkan pendapatan warga, serta menyediakan sumber protein ikan segar bagi masyarakat Halmahera Timur.
Keberhasilan program tersebut nantinya akan ditentukan oleh kemampuan kelompok dalam menjaga keberlanjutan usaha, meningkatkan produktivitas, dan mengelola hasil panen agar memberikan manfaat ekonomi nyata bagi warga.
Dengan pendampingan yang berkelanjutan dan pengelolaan yang konsisten, budidaya ikan nila air tawar di Desa Maba Sangaji diharapkan berkembang menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat sekaligus percontohan pengembangan perikanan budidaya di Kecamatan Kota Maba. (Red/RH)






