PSI Manokwari: Rekam Jejak HEBO Relevan dengan Aspirasi Kaum Muda

  • Whatsapp

MANOKWARI– Seluruh potensi struktural, kader dan relawan Partai Solidaritas Indonesia di Manokwari sedang bergerak untuk memenangkan pasangan Hermus Indou – Edy Budoyo pada Pilkada Manokwari.

Dukungan PSI pada pasangan ini diharapkan ikut mendongkrak partisipasi politik kaum muda khususnya millenial yang merupakan basis pendukung utama PSI– pada Pilkada nanti.

Ketua PSI Manokwari, Patrix Barumbun Tandirerung mengatakan, selain berlatar birokrat, Hermus Indou (HI) seperti yang sudah publik tahu adalah tokoh Pemuda Papua Barat. Ia terkader dengan baik di birokrasi maupun organisasi kepemudaan.

Hermus pun teruji dan punya pengalaman panjang mengelola serta mengembangkan dunia kepemudaan saat menjabat Ketua KNPI Papua Barat; maupun semasa berkecimpung dalam sejumlah organisasi kepemudaan.

“Dengan pengalaman dan kesadarannya tentang dunia kepemudaan, bro Hermus pasti tergerak mengakomodasi agenda-agenda pembangunan yang melibatkan, memfasilitasi, merangkul komunitas-komunitas kreatif dan kelompok profesi yang digawangi anak-anak muda. Tidak perlu ragu, HI sudah pasti relevan jika dikaitkan dengan aspirasi dan kebutuhan kaum muda dan millenial. PSI pun berkepentingan untuk mengawal agenda-agenda itu,” ujar mantan Wakil Ketua DPD KNPI Papua Barat ini

Volunterisme Politik

Saat ini sindikasi kader-kader PSI mulai bergerilya bersama para relawan dan kelompok-kelompok pendukung HEBO di Manokwari.

Dalam statusnya di Akun Jejaring Sosial Facebook, Patrix mengatakan, munculnya kelompok-kelompok relawan menjelang Pilkada atau momentum Pemilihan Umum adalah satu hal yang positif dalam kerangka demokrasi terutama karena ini merupakan bentuk dari inisiatif dan keswadayaan rakyat. Yang substantif adalah partisipasi bukan arah.

Ada hal yang perlu disadari bahwa ada kemungkinan seseorang pada Pileg lalu merupakan pendukung Parpol tertentu yang pad Pilkada saat ini berbeda arah dukungan politiknya. Maka relawan menjadi kanal yang positif dalam menyalurkan aspirasi dan aksi politik pada situasi semacam ini.

Relawan pada bentuk yang kedua, sebut Patrix, juga merupakan medium pelibatan bagi warga yang sudah berafiliasi ke partai politik tapi balum mendapat peran-peran struktural kepartaian. Termasuk dalam kerangka koalisi parpol yang pada pada tahap-tahap awal akan lebih banyak berhadapan dengan aspek-aspek administrasi politik (pencalonan.

“Kalau bicara substansi, apapun dan siapapun yang didukung, relawan-relawan adalah bagian yang strategis dalam proses konsolidasi dan pematangan demokrasi. Jika ada adagium, tiada demokrasi tanpa partai politik, makan dalam proses demokratisasi adagium itu haruslah ditambah: tiada demokrasi tanpa volunterisme (kerelawanan) politik,” sebutnya.

Patrix juga menampik pendapat yang mengecilkan bahkan memberi stigma pada (makna) relawan. Misalnya seolah ditempatkan sebagai pihak yang sekadar meramaikan, atau lebih buruk lagi, sebagai kelompok kepentingan yg temporer terlebih karena dalam rezim Pilkada pengaturan-pengaturan khusus soal ini belum ada.

“Khusus untuk Pilkada Manokwari dan dalam konteks posisi saya sebagai pimpinan Parpol pendukung HEBO, saya angkat topi, hormat, terkhusus buat relawan-relawan pendukung HEBO yang terus bergerak dengan militan, solid dan santun di lapangan,” sebutnya.

Secara khusus, Patrix juga mengapresiasi simpatisan, pendukung dan anggota (non struktural) PSI yang tetap selaras dgn sikap dan aspirasi politik PSI; serta dengan kesadarannya menjalankan aksi-aksi politik (pengorganisasian dll) tanpa harus menunggu arahan partai, bergerak dan bergabung bersama relawan. (*/Red)

Pos terkait