Plt Kakanwil Kemenag Papua Barat: Sukses Tiga Event Keagamaan Bukti Kerukunan Umat Terjaga

Manokwari, Kabartimur.com – Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Papua Barat, Barnabas Dowansiba, mengapresiasi suksesnya penyelenggaraan tiga agenda keagamaan berskala besar di Papua Barat dan Papua Barat Daya yang berlangsung aman, tertib, dan lancar.

Ketiga agenda tersebut yakni Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV Tahun 2026 di Kabupaten Manokwari, Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya, serta Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik IV Tingkat Papua Barat di Kabupaten Teluk Bintuni.

Menurut Barnabas, keberhasilan pelaksanaan ketiga kegiatan itu merupakan hasil sinergi antara pemerintah, panitia, aparat keamanan, serta seluruh elemen masyarakat dalam menjaga situasi yang aman dan kondusif.

Ia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat, pemerintah kabupaten/kota, aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Agama, panitia pelaksana, dan seluruh pihak yang telah bekerja sama menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan.

Baca Juga :   Pertamina Hadirkan Pasar Murah di Ternate, 1.000 Paket Sembako Dijual Rp30 Ribu

“Keberhasilan ini merupakan buah dari kolaborasi seluruh pihak. Terima kasih kepada pemerintah daerah, ASN Kementerian Agama, panitia, dan semua pihak yang telah bekerja dengan penuh dedikasi sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan baik,” ujar Barnabas, Senin (13/7/2026).

Barnabas juga memberikan apresiasi kepada masyarakat Papua Barat dan Papua Barat Daya yang dinilai mampu menjaga suasana damai selama pelaksanaan berbagai agenda keagamaan.

Menurutnya, sikap saling menghormati, menjaga persatuan, dan memperkuat toleransi antarumat beragama menjadi faktor utama keberhasilan penyelenggaraan kegiatan tersebut.

“Ini membuktikan bahwa toleransi antarumat beragama di Papua Barat dan Papua Barat Daya terjalin dengan sangat baik. Semangat persaudaraan dan kebersamaan yang ditunjukkan masyarakat menjadi modal penting dalam menjaga kerukunan serta mendukung suksesnya berbagai kegiatan keagamaan,” katanya.

Selain mempererat kerukunan, Barnabas menilai penyelenggaraan event keagamaan juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Kehadiran peserta, ofisial, dan tamu dari berbagai daerah turut menggerakkan sektor perhotelan, transportasi, kuliner, perdagangan, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Baca Juga :   DPRD Manokwari Masa Bahkti 2024-2029 Umumkan Pembentukan Fraksi-Fraksi

Ia berharap semangat toleransi, kolaborasi, dan persatuan yang tercermin dalam pelaksanaan ketiga agenda tersebut dapat terus dipelihara sebagai budaya masyarakat di Papua Barat dan Papua Barat Daya.

“Kerukunan adalah kekuatan utama dalam membangun daerah. Event keagamaan tidak hanya menjadi sarana pembinaan spiritual, tetapi juga memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat,” pungkasnya. (Red/*)

Pos terkait