Pendapatan Turun Drastis, Tukang Ojek di Wasior Puasa Sarapan Pagi untuk Berhemat

  • Whatsapp

WASIOR – Pandemi virus corona atau Covid-19 benar-benar memukul perekonomian masyarakat terutama mereka yang mengandalkan pendapatan harian seperti tukang ojek.

Di Wasior, Kabupaten Teluk Wondama pendapatan para tukang ojek juga ikut terjun bebas. Jika sebelumnya mereka bisa mengumpulkan pendapatan mencapai 200 ribu perhari sekarang ini bisa dapat 50 ribu saja mereka sudah sangat bersyukur.

Izzam, salah satu tukang ojek yang tinggal di Kampung Maniwak, Wasior mengatakan Covid-19 telah membuat hari-harinya terasa jauh lebih berat. Pasalnya selain harus menafkahi sang istri dia juga punya kewajiban membayar setoran motor setiap hari kepada sang pemilik.

Izzam memang mengojek dengan motor sewaan sehingga perhari dia harus menyetor sebesar 40 ribu. Celakanya, sejak adanya pandemi Covid-19 pendapatan yang didapat bahkan tidak mencapai 50 ribu.

“Biasanya bisa sampe 200 ribu satu hari. Sekarang dapat 50 saja susah kita dapat. Jadi kadang paginya saya tidak sarapan nanti siang baru makan. (Siang hari) Beli nasi yang 15 ribu bagi dua sama maitua, “ ujar Izzam menceritakan cara dirinya menyiasati pendapatan yang menurun tajam.

Hal serupa juga dialami La Samuru, tukang ojek yang sudah dua tahun menetap di Wasior. La Samuru mengaku pendapatan hariannya menurun hingga 85 persen semenjak ada anjuran pemerintah agar masyarakat menerapkan social distancing dengan cara tinggal di rumah dan menghindari bepergian.

“Biasanya pendapatan per hari bisa sampai 300 (ribu) paling rendahnya 250 lah, sekarang sisa 15 sampai 20 paling banyak 30 ribu karena masyarakat tidak keluar lagi, “ ujar La Samur ditemui di sela-sela pembagian sembako dari Partai NasDem di Kampung Maniwak, Rabu siang.

Pendapatan yang turun drastis memaksa La Samuru untuk berhemat. Lantaran harus menghidupi istri dan satu orang anaknya La Samuru mengaku menyiasati kondisi itu dengan mengurangi belanja makan minum juga belanja harian lainnya.

“Kita pasrah saja berapa yang masuk 15 (ribu) kah yang penting ada daripada kosong. Jadi belanja di rumah kita kasih kurang. Kalau bisa sih berkebun tapi tidak ada lahan, “ kata pria asal Sulawesi Tenggara ini.

Dengan situasi pandemi Covid-19 yang entah kapan akan berakhir, Izzam dan La Samuru mengaku sangat bersyukur jika ada bantuan dari pemerintah.

Pemkab Teluk Wondama sendiri telah mengalokasikan anggaran hingga puluhan miliar untuk penanganan Covid-19 termasuk untuk penyediaan bantuan sosial bagi masyarakat terdampak termasuk para tukang ojek.

“Kalau dari pemerintah ada bantuan kami dari ojek-ojek ini berterima kasih sekali, “ ujar La Samuru. (Nday)

Pos terkait