Paguyuban Arema: Warga Masih Was-was Beraktivitas

  • Whatsapp

MANOKWARI—Meski situasi dan kondisi kamtibmas di Kabupaten Manokwari dinyatakan sudah kondusif pasca-kerusuhan pada 19 Agustus 2019 lalu.

Tetapi warga Arema masih merasa was-was untuk melakukan aktivitas secara penuh.
Ketua Paguyuban Arema Muhammad Hanafi mengatakan, warganya masih merasa was-was untuk melakukan aktivitas pasca-demonstrasi. Ia mengatakan, mayoritas warganya adalah pedagang.

“Sampai tadi pagi mendapat informasi dari rekan-rekan atau saudara-saudara kita khususnya Arema, mereka masih belum beraktivitas karena menjaga hal-hal yang tidak diinginkan. Masih takut ya, untuk beraktivitas secara penuh,” kata Hanafi, Sabtu (24/8/2019).

Hanafi mengaku, sudah mengimbau warganya untuk tetap melakukan aktivitas seperti biasanya. Meski demikian, perlu untuk tetap memperhatikan keselamatan.

“Saudara-saudara kita ini banyak yang beraktivitas di jalan. Jadi kami mohon untuk jangan di titik-titik yang rawan. Di jalan raya saja untuk beraktivitas berjualan dan sebagainya,” ujarnya.

Baca Juga :   Valen Wainarisi Kaget Saat Ditanya Gubernur Papua Barat Soal MRP

Salah seorang pedagang tomat dan rica Rijal mengaku, meski telah beraktivitas tetapi masih ada rasa was-was. Pria asal Banyuwangi ini mengaku, pendapatannya menurun drastis akibat demonstrasi yang berujung rusuh.

“Rasa was-was itu pasti ada. Pada saat kejadian itu saya pas lagi jualan sehingga terpaksa barang dagangan dikemas kembali dan langsung pulang,” tutur Rijal yang menjajakan dagangannya di Pasar Wosi.

Sebelumnya, Kapolda Papua Barat Brigjenpol Herry Rudolf Nahak menyatakan, kondisi provinsi papua barat secara umum dan khususnya di kabupaten Manokwari,Fakfak dan Kota Sorong sudah kondusif. Untuk itu, warga diimbau tetap melakukan aktivitas seperti biasa.

Diketahui, untuk menjamin stabilitas dan kondusivitas di wilayah provinsi Papua Barat. Polda Papua Barat telah mendapat dukungan pengamanan 13 SSK Brimob yang dikirimkan dari sejumlah polda. 13 SSK brimob tersebut di-BKO-kan polda Papua Barat di sejumlah daerah.

Baca Juga :   Serahkan 796 Sertifikat di Sidey, Bupati: Dijaga Baik, Jangan Dijual Atau Digadai

“Penempatan 13 SSK personel brimob di Papua Barat sampai kita anggap cukup ya, kita anggap cukup. Jadi tergantung pada situasi,” kata kapolda. (ALF)

Pos terkait