Mengenang 100 Tahun Sang Pelopor Agama Buddha Nusantara KBI Manokwari Papua Barat Gelar Magha Puja dan Moderasi Agama

MANOKWARI, Kabartimur.com- Mengenang 100 tahun sang pelopor agama Buddha Nusantara Y.M Ashin Jinarakhita, Keluarga Buddhayana Indonesia (KBI) Manokwari Papua Barat menggelar Magha Puja dan Moderisasi Agama Buddha di Vihara Buddha Prabha Manokwari, Minggu, (5/3/2023) yang ditandai dengan pemutaran video dokumenter Pelopor Agama Buddha Indonesia.

Selain itu juga dilakukan doa bersama lima agama, pemotongan tumpeng, penyerahan cinderamata serta pertunjukan gerak dan lagu anak- anak SMB.

Sangha Agung Indonesia dalam sambutannya yang disampaikan oleh sekretaris wilayah Sagin Indonesia Timur Bhikkhu Sunanda menyampaikan bahwa Kegiatan moderasi agama Buddha yang diadakan oleh KBI bertujuan untuk mendukung tahun 2023 sebagai tahun kerukunan antar umat beragama di Indonesia sekaligus merayakan 100 tahun kebangkitan agama Buddha di Indonesia dengan mengingat jasa-jasa besar dari Y.M Ashin Jinarakhita sang pelopor kebangkitan agama Buddha di Indonesia.

Bacaan Lainnya

Sebagai Informasi, Y.M Ashin Jinarakhita adalah seorang guru spiritual yang membangkitkan agama Buddha pertama kali di nusantara setelah runtuhnya kerajaan Majapahit.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Majelis Buddhayana Indonesia Majelis Buddha Indonesia (MBI) Papua barat, Dr Eng Hendri menyampaikan bahwa Peringatan hari Magha Puja 2567 Buddhist Era ( BE) merupakan Salah satu hari raya terpenting umat Buddha yang bertepatan pada bulan Maret kalender Budha.

Hari raya Magha Puja untuk peringati peristiwa berkumpulnya 1.250 Bhikkhu murid sang Buddha dengan tingkat kesucian tertinggi (Arahat) tanpa perjanjian dan semua dihabiskan langsung oleh sang Buddha dengan Ehi Bhikkhu Usampada di Veluvana Arama.

Baca Juga :   Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua Barat Ajak Umat Buddha Sukseskan PAPEDA

“Pada kesempatan ini sang Buddha memberikan inti ajaran daripada Buddha (Ovada Patimokkha), janganlah berbuat kejahatan (Vinaya Pitaka aturan moral) , perbanyaklah perbuatan baik (Sutta Pitaka ajaran sang Buddha ) sucikan hati dan pikiran (Abhidhamma Pitaka metafisika), inilah ajaran semua Buddha” ujarnya.

Menurutnya, Hari raya Magha Puja tahun ini sangat spesial dan bertepatan juga dengan mengenang 100 tahun sang pelopor agama Buddha Nusantara ( Yang Mulia Mahabhiksu Ashin Jinarakhita) yang dikenal dengan panggilan Sukhong (23Januari 1923-18April 2002).

Dijelaskan bahwa , Y.M Mahabiksu Asin Jinarakhita merupakan orang Indonesia pertama yang ditahbiskan menjadi Bhikkhu(Juli 1953) setelah 500 tahun runtuhnya kerajaan Majapahit dan mengorganisasi peringatan hari Tri suci Waisak secara nasional di Candi Borobudur untuk pertama kalinya semenjak agama Buddha tertidur di bumi Nusantara.

Berkat kepeloporan dan jasanya maka agama Buddha tersebar di seluruh penjuru nusantara mulai dari Sabang sampai bumi Papua (dengan riwayat perjalanan di Papua digelar dalam pameran foto dan juga video yang disampaikan oleh Sekwil Sagin wilayah timur).

Baca Juga :   Sudah 5 Bulan Kegiatan Musyawarah Adat Wondama dan Festival Budaya di Belanda Belum Dipertanggungjawabkan

Majelis Buddhayana Indonesia terbentuk juga berkat jasa beliau dan merupakan penjelmaan dari Persaudaraan Upasaka Upasika Indonesia ( PUUI) yang didirikan bertepatan dengan hari suci asadha 2499 BE (04 juli 1955) di watugong, Ungaran, Semarang.

Selanjutnya PUUI berubah nama menjadi Majelis ulama agama Buddha Indonesia ( MUABI) tanggal 3 sampai 5 Maret 1972 berganti nama menjadi majelis Upasaka Pandita agama Buddha Indonesia ( MUABI) pada tahun 1976 dan terakhir menjadi majelis Buddhayana Indonesia pada tanggal 7 sampai 8 Mei 1979.

Adapun visi yang diemban menjadi Persamuhan Upasaka Upasika di Indonesia yang memiliki semangat Buddhayana dan Bodhicitta dengan fokus pada pengembangan Upasaka/Upasika Pandita yang kompeten dan memadai serta pemberdayaan ekonomi umat melalui sistem pendidikan dan pelatihan yang terstruktur dan terpadu dengan memanfaatkan teknologi informasi.

Saat ini pula Provinsi Papua barat telah memiliki Pusat Pendidikan dan Pelatihan ( PUSDIKAT ) agama Budha Indonesia dalam upaya mendukung visi majelis Buddhayana Indonesia di level sub nasional.

Baca Juga :   OPD Kabupaten Manokwari Diminta Terus Mendorong Penggunaan Kanal Digital dalam Pelayanan ke Masyarakat

Adapun misi perkumpulan majelis buddhayana Indonesia adalah mengamalkan dan berbagi esensi ajaran Buddha secara kontekstual melalui transformasi diri dan transformasi sosial dengan berpegang teguh pada nilai-nilai inklusivisme pluralisme universalisme dan serta berkeyakinan kepada Dharmakaya ( Sanghyang Adi Buddha/Ketuhanan yang Maha Esa).

Misi ini sudah menggambarkan moderasi agama Budha Indonesia dalam memberikan pelayanan. Demikian juga sosok guru kami (Sukhong) yang sangat akrab dan bersahaja dengan semua tokoh agama di nusantara.

“Kegiatan moderasi agama Buddha ini, kami hadirkan sisi agama Buddha dalam ikut serta membangun Buddha di bumi Papua terutama provinsi Papua barat yang bergandengan tangan dengan semua tokoh agama, tokoh masyarakat, toko adat tokoh perempuan tokoh pemuda dan semua lapisan masyarakat dengan berbagi cinta kasih, kasih sayang, berempati dan keseimbangan batin kepada sesama dan semua makhluk” ujarnya.

“Semoga kejayaan, keberhasilan, kekayaan, keuntungan, keselamatan, kemujuran, kebahagiaan, kekuatan, kemakmuran, panjang usia, kecantikan, kesejahteraan dan keberhasilan penghidupan menjadi milik anda dan semua makhluk-makhluk suci bersukacita dan melindungi kabupaten Manokwari dan provinsi Papua barat serta bangsa Indonesia” tandasnya.( Red/*)

Pos terkait