Kedapatan Main Harga BBM, Disperindagkop dan PTSP Halmahera Timur Ancam Cabut Izin

  • Whatsapp

HALTIM,Kabartimur.Com – Dinas Perdagangan  Perindustrian  Koperasi dan UKM (Disperindag)  bersama Dinas  Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Kabupaten Halmahera Timur (Haltim)Provinsi Maluku Utara(Malut), dalam melakukan sidak disejumlah pengecer BBM, ditemukan adanya main harga.

Sidak yang dilakukan pada Rabu (27/4/2022), bertempat di Kecamatan Kota Maba,  terdapat sejumlah pengecer BBM bermain harga, baik BBM jenis Pertalite maupun pertamax. Tak hanya itu permainan harga ini pun juga terjadi pada  APMS yang berada di Desa Sangaji yang hanya menula BBM jenis pertamax, dijual per liter Rp 13.750. Sedangkan  penjual BBM jenis pertalite di pengecer, 1 liter diharga 11.000 hingga 12.000, dan pertamax rata-rata diangka Rp 15.000 perliter.

Bacaan Lainnya

Dari hasil sidak tersebut,  Kepala Disperindagkop Riko Debeturu dan Kepala Dinas PTSP, yang didampingi Kapolsek Maba serta Kasatpol PP Haltim, diberikan teguran keras terhadap penjual BBM, baik di pengecar maupun APMS, dan bahkan mengancam akan mencabut izin usaha jika masih kedapatan menaikan harga BBM  sementara untuk pengecer yang belum memiliki izin usaha dan memainkan harga maka menyita BBM.

“Ini baru bersifat teguran dan masih diberikan kesepatan untuk penyesuaian harga, dan nanti jika masih kedapatan  maka dicabut izin, dan bagi pengecer yang tidak memiliki izin akan disita BBM,”Tandasnya

Diketahui, berdasarkan Harga Enceran Tertinggi (Het) yang sudah ditempakan, yakni  untuk AMPS/ SPBU adalah 6.450 per liter  untuk BBM Jenis Premium, dan Solar sebesar 5.150, Dexlite 13.250, Pertalite, 7650 dan Pertamax sebesar 12.750.

Sementara untuk Harga HET untuk UD yaitu, Premium 7.400 – 7.500, Solar 6.100 – 6.400,  untuk Dexlite yaitu 14.500, pertalite 8.500 dan, Pertamax 13.000 per liter. Sementara untu harga perliter bagi pengencer, sesuai dengan yang ditetapkan yaitu,  jenis Premium dari harga 7.800 hingga 8.300, sementara Untuk Jenis Solar yaitu pada angka 6.500 sampai dengan 7000 per liter.” Kalau Dexlite itu 15.000, Pertalite 9.000 dan Pertamax 14.000 per liter,”jelasnya

Sehingga itu, Riko mengingatkan kembali agar penjual baik pengecer maupun APMS yang menaikkan Harga agar segera menstabilkan kembali harga sesuai regulasi dan ketentuan yang telah ditetapkan. 

“Jika APMS yang memainkan harga maka akan berpengaru pada Pengencer di jalan sehingga itu  dalan sidak yang dilakukan itu pihaknya lebih menargetkan para APMS dan SPBU,”pungkasnya (Red/Ruslan )

Pos terkait