Jukir Liar Samping MaRI Paksa Warga Bayar Ongkos Parkir Sepeda Motor Rp 5000

  • Whatsapp

KABARTIMUR,Makassar—Kinerja perusahaan daerah PD Parkir Kota Makassar patut dipertanyakan, pasalnya masalah pungutan liar yang dilakukan para preman yang berkedok sebagai juru parkir dj samping Mal Ratu Indah yang sudah berlangsung tahunan belum juga dapat dituntaskan. Warga yang parkir di area itu dipaksa membayar Rp 5000 per sepeda motor. Sementara hasil pungutan liar tersebut tidak sesenpun masuk ke kas PD Parkir.

“Bagaimana mau menjadi kota dunia, kalau warganya saja belum merdeka, masak bayar parkir motor Rp 5000? Apa kerja Dirut PD Parkir, copot saja Dirutnya, karena masalah ini sudah berlangsung tahunan tanpa ada yang bisa mengahirinya,” ujar Kurniawan, yang mengaku terkejut ketika dimintai Rp 5000 oleh jukir di samping MaRI.

Sebenarnya, pihak pd parkir sudah beberapa kali melakukan penindakan, namun semuanya hanya terkesan asal asalan dan cenderung main mata dengan para jukir di Mari. Buktinya, setelah jukir dipanggil, beberapa jam kemudian praktik itupun kembali berlangsung. Bahkan tak jarang para preman berkedok jukir tersebut mengeluarkan kata kata ancaman kepada warga jika tak menuruti kehendaknya.

Tak hanya di samping Mari saja, beberapa lokasi parkir strategis di kota Makassar juga terjadi praktik seperti itu, seharusnya pihak pd parkir melaporkan masalah ini ke pihak yang berwajib karena sudah mengarah ke aksi pemerasan. Namun yang terjadi malah aksi pungli ini sengaja dibiarkan oleh pihak perusahaan yang katanya diberi tanggungjawab mengelola perparkiran di makassar.

“Pak wali seharusnya mengambil tindakan tegas, jangan biarkan warga setiap hari jadi korban aksi para jukir preman itu. Termasuk mengevaluasi kinerja dirut pd parkir yang sudah terbukti tidak dapat menyelesaikan masalah tersebut,” tegas Agus, warga tamalanrea yang menjadi korban aksi pungli berkedok parkir itu.

Pos terkait