Jalan Rusak Parah, Warga Tebang Pohon Palang Jalan Wasior-Sobey

  • Whatsapp

WASIOR – Jalan poros Wasior-Sobey, tepatnya di Kampung Maimari Distrik Wasior, Kabupaten Teluk Wondama, Selasa (29/9) sempat tidak bisa dilalui karena diblokade oleh warga setempat.

Warga sengaja menebang pohon untuk memblokir jalan. Aksi itu dilakukan sebagai bentuk protes atas buruknya kondisi jalan utama yang menjadi satu-satunya akses darat menuju kota Wasior dan sebaliknya.

Jalan menuju kawasan utara distrik Wasior itu memang kondisinya terbilang rusak parah. Aspal jalan hampir seluruhnya sudah terkoyak karena termakan usia sehingga meninggalkan lubang menganga dan batu-batuan terlepas di banyak tempat.

Tak adanya perawatan serta buruknya saluran drainase membuat kerusakan jalan semakin menjadi-jadi. Akibatnya selain menyulitkan kendaraan saat melintas, kondisi jalan yang buruk berpotensi rawan kecelakaan.

Tokoh pemuda kampung Maimari Alpendos Marani menyatakan aksi blokade atau pemalangan jalan itu sengaja dilakukan agar ada perhatian dari Pemkab Wondama.
Pemerintah kampung setempat juga dari distrik, kata Alpendos sudah berulang kali mengajukan permohonan ke Pemkab agar jalan di kawasan itu diperbaiki namun belum juga ada respon sampai sekarang ini.

“Makanya kami palang ini dan kami minta Kepala Dinas PU harus datang ke sini untuk dengar langsung aspirasi masyarakat terkait jalan yang rusak parah. Kami tidak akan buka palang kalau belum ada jawaban pasti dari Pemda, “kata Alpendos.

Pemalangan baru berakhir setelah Kepala Dinas PUPR Teluk Wondama Agustinus Tangyong turun langsung ke lokasi. Dia menjelaskan bahwa peningkatan jalan ruas Rado-Warway dengan konstruksi aspal hotmix akan diprogramkan dalam APBD Provinsi Papua Barat tahun 2021.

“Namun kalau diperbaiki dengan cara ditambal-tambal saja yang berlubang atau yang aspalnya sudah hancur, dalam minggu ini saya kerjakan,” ujar Agus.
Karena ruas jalan itu berstatus Jalan Provinsi, Agus minta warga setempat membuatkan usulan secara tertulis untuk dilanjutkan ke Dinas PUPR Provinsi Papua Barat“Masyarakat harus tanda tangan semua di aspirasi itu untuk saya bawa ke provinsi, “ lanjut Agus.

Setelah mendengar penjelasan itu, wargapun akhirnya membuka blokade sehingga arus lalulintas yang sempat terhambat lebih kurang 1 jam kembali normal.(Nday)

Pos terkait