MANOKWARI, Kabartimur.com – Babak Grand Prix untuk pertama kalinya digelar dalam sejarah Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional. Momen bersejarah itu tersaji pada Pesparawi Nasional XIV di Aula Utama Universitas Papua (Unipa), Manokwari, dengan menghadirkan persaingan sengit antarkontingen terbaik dari tiga provinsi.
Provinsi Papua Barat, Sulawesi Utara, dan Jawa Barat berhasil melaju ke babak paling bergengsi tersebut setelah tampil impresif pada kategori utama. Ketiganya memperebutkan gelar Grand Prix pada tiga kategori, yakni Paduan Suara Pria (PSP), Paduan Suara Wanita (PSW), dan Paduan Suara Dewasa Campuran (PSDC).
Persaingan berlangsung ketat. Pada kategori Paduan Suara Pria dan Paduan Suara Wanita, kontingen tuan rumah Papua Barat berhadapan langsung dengan Sulawesi Utara. Sementara itu, pada kategori Paduan Suara Dewasa Campuran, duel mempertemukan Jawa Barat dengan Sulawesi Utara.
Babak Grand Prix dibuka dengan penampilan memukau dari Paduan Suara Pria Papua Barat yang sukses menghidupkan suasana aula. Setiap kontingen menampilkan kemampuan vokal, harmonisasi, teknik, serta penghayatan lagu secara maksimal di hadapan dewan juri dan ratusan penonton yang memadati lokasi perlombaan.
Keberadaan Grand Prix menjadi warna baru dalam penyelenggaraan Pesparawi Nasional XIV. Untuk pertama kalinya, babak khusus ini resmi dipertandingkan sebagai ajang penentuan juara terbaik dari kategori-kategori unggulan yang sebelumnya telah dilombakan pada babak utama.
Guna menjamin objektivitas penilaian, panitia menghadirkan lima dewan juri yang merupakan pakar di bidang musik gerejawi, yakni Alrik Lapian, Godlief Soumokil, Hanry Pranoto, Jan Sinaga, dan Ken Steven.
Atmosfer kompetisi berlangsung khidmat namun penuh semangat. Masing-masing kontingen berusaha memberikan penampilan terbaik demi meraih kehormatan menjadi juara Grand Prix perdana dalam sejarah Pesparawi Nasional, sekaligus menorehkan prestasi bergengsi bagi daerah yang diwakilinya. (Red/*)






