WASIOR, Kabartimur.com – Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Teluk Wondama, Papua Barat kembali mengusulkan Pemerintah Daerah mencari solusi atau jalan keluar terbaik agar tambahan penghasilan pegawai (TPP) bagi para ASN Pemkab Wondama bisa kembali ada.
Usulan itu disampaikan melalui pandangan umum fraksi terhadap rancangan peraturan daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 dalam rapat paripurna DPRK Teluk Wondama di Gedung DPRK di Rasiei, Kamis (23/7/2026).
Sebagaimana diketahui, Pemkab Teluk Wondama memutuskan meniadakan TPP bagi para ASN terhitung sejak triwulan III tahun 2025 sebagai dampak dari efisiensi anggaran yang diberlakukan Pemerintah Pusat.
DPRK Wondama berpandangan TPP selama ini telah menjadi tumpuan hidup para ASN terutama dari golongan bawah. Hal itu lantaran gaji mayoritas ASN sudah terpotong kredit di bank.
“Fakta di lapangan menunjukkan bahwa para ASN kita sangat membutuhkan TPP untuk menopang kebutuhan sehari-hari terutama bagi ASN golongan bawah, “kata Anggota Fraksi Persatuan dan Keadilan Nasional, Asrawati saat membacakan pandangan fraksinya.
Fraksi Persatuan dan Keadilan Nasional menyarankan Pemkab Wondama melakukan penghematan pada belanja-belanja tertentu yang tidak terlalu prioritas agar tersedia anggaran untuk pembayaran TPP.
Skema lain yang disarankan adalah pengurangan besaran TPP sesuai golongan atau eselon. Misalnya untuk eselon II dikurangi 50 persen, eselon III 30 persen, eselon IV 20 persen dan 10 persen untuk noneselon.
“Sebab dalam kondisi ekonomi yang tidak menentu seperti sekarang ini, para ASN sejatinya tidak lagi melihat berapa besar TPP, yang terpenting adalah TPP tetap ada walaupun nilainya tidak lagi sebesar sebelumnya, “lanjut Asrawati.
Usulan senada juga disampaikan Fraksi Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dan Fraksi Harapan Rakyat.
“Fraksi Gerindra mendorong Pemerintah Daerah mencari jalan keluar agar TPP bagi para ASN dapat kembali diberikan meskipun dengan besaran yang lebih kecil, “kata Matius Patongloan, juru bicara Fraksi Gerindra. (Nday)






