Cerita di Balik Pemakaman Pasien Covid-19 Wondama : Bantu Petugas Medis, 5 Polisi Gotong Peti Jenazah, Wakapolres Gali Kubur

  • Whatsapp

WASIOR – Prosesi pemakaman pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia di RSUD Teluk Wondama, Minggu (6/9) rupanya menyimpan cerita tersendiri.

Tak banyak yang mengetahui ternyata petugas yang menggotong peti jenazah pasien Covid-19 sejak dari mobil jenazah hingga diturunkan ke liang lahat tidak saja dari petugas medis tetapi juga personil kepolisian dari Polres Teluk Wondama.

Ya, sebanyak 5 personil Polres Wondama ikut turun tangan menjadi petugas penggotong peti jenazah. Mereka menjadi bagian dari petugas pembawa jenazah bersama dengan 5 petugas medis RSUD Teluk Wondama. Salah satu diantaranya adalah Kepala Bagian Operasional Polres Wondama AKP Sofyan Efendi.

Atas nama kemanusiaan mereka rela mengambil resiko terpapar virus corona sekaligus menepikan rasa takut demi mempercepat pelaksanaan pemakaman. Selama lebih kurang dua jam mereka juga harus menahan hawa panas karena sepanjang itu mereka harus menggunakan APD lengkap.

Tidak bisa dipungkiri, meninggalnya pasien Covid-19 atas nama TP, 63 tahun, yang merupakan kasus kematian akibat corona pertama di Kabupaten Teluk Wondama membuat banyak orang dilanda ketakutan. Hal itu pula yang membuat tidak semua orang bersedia membawa jenazah pasien Covid-19.

“Jadi Kapolres (AKBP Yohanes Agustiandaru) langsung minta kesediaan personil untuk bantu. Awalnya tidak ada yang mau sehingga Kapolres perintahkan bintara-bintara yang badan bagus untuk bantu.
Dari sisi kemanusian, Kapolres bilang, kalau tidak ada yang siap, siapa yang mau makamkan. Jadi beliau perintah anggota untuk siap, “jelas Kasat Intel Polres Teluk Wondama Ipda Laturi di Wasior, Minggu malam.

Tidak hanya menjadi penggotong jenazah, personil Polres Wondama juga langsung turun tangan melakukan penggalian liang lahat di lokasi pemakaman khusus Covid-19 di Kampung Warayaru, Distrik Teluk Duairi. Pasalnya warga setempat yang dimintai tolong semuanya tidak bersedia lantaran takut terinfeksi.

“Pak Waka (Wakapolres Kompol Lang Gia) yang turun gali kubur karena masyarakat tidak mau bantu. Awalnya kita hanya tiga orang, baru datang dua masyarakat untuk bantu tapi mereka langsung pulang karena takut, “cerita Kasat Intel yang juga ikut turun langsung melakukan negosiasi dengan masyarakat pemilik tanah lokasi pemakaman.

Pemakaman TP yang dilakukan dengan protokol Covid-19 akhirnya bisa berjalan dengan lancar meskipun harus molor 30 menit dari kententuan protokol yakni maksimal 4 jam sejak pasien dinyatakan meninggal.

“Seharusnya 4 jam tapi kita tadi 4 jam 30 menit baru dimakamkan karena kita menunggu kesiapan petugas. Jadi atas nama Pemda dan Gugus Tugas kami menyampaikan terima kasih banyak kepada petugas kepolisian Polres Teluk Wondama atas bantuannya, “ kata Jubir Gugus Tugas Covid-19 yang juga Direktur RSUD Teluk Wondama dr.Yoce Kurniawan. (Nday)

Pos terkait