Calon Kades Protes Pelayanan RS Tenriawaru Bone

  • Whatsapp

Menjelang pemilihan kepala desa tahap ke dua, puluhan bakal calon kepala desa melakukan pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Umum Tendriawaru Kabupaten Bone Sulawesi selatan.

Namun salah satu Balon desa merasa tidak puas, pasalnya pemeriksaan yang di lakukan oleh pihak rumah sakit di anggap tidak selektif karena di lakukan secara asal asalan.

Hal ini di ungkapkan oleh Andi Harun yang merupakan salah satu rekan dari bakal calon kepala desa, dia menilai jika pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak RSUD tenriawaru tidak selektif.

“pemeriksaan yang di lakukan itu serba instant dan tidak meyakinkan, jika hasilnya akan memadai sesuai harapan dan ketentuan yang menjadi salah satu persyaratan mutlak sebagai bakal calon kepala desa yang sehat jasmani dan rohani” kata Harun kepada kabartimur.com.

Untuk mendapatkan keterangan sehat, lanjut Harun, para bakal calon datang kerumah sakit umum tenriawaru bone untuk memeriksakan kesehatannya, namun sayangnya ahli medis atau dokter yang melayani dan memeriksa kesehatan para bakal calon saat itu sama sekali tidak selektif.

“Bahkan beberapa bakal calon kepala desa mengaku, kalau dirinya hanya mengisi lembaran kertas tanpa adanya pemeriksaan yang menggunakan alat-alat kedokteran” Kata Harun.

Ironisnya, kata Harun. bahwa untuk hasil pemeriksaan tes urine para bakal calon kepala desa hanya menggunakan waktu kurang dari 5 menit sudah langsung mengeluarkan hasil.

“beberapa bakal calon yang di tes urine juga sangat tergolong Instant, sebab belum cukup lima menit sudah ada hasil, tentu ini sangat tidak logis sehingga kuat dugaan saya, ada bakal calon kepala desa yang mendapat surat keterangan sehat tanpa menjalani pemeriksaan.” Katanya.

Sementara itu, salah satu bakal calon kepala desa yang di konfirmasi kabartimur.com, membenarkan hal tersebut, bahkan dirinya saat itu ingin mengetahui berapa tensi tekanan darah serta ukuran tinggi badannya, namun apa yang di dapatkan saat itu tidak sesuai harapan.

“Bener pak, kami hanya mengisi lembaran kertas dan menandatangani blangko bukti pembayaran, padahal saat itu saya ingin mengetahui tensi tekanan darah dan tinggi badan saya namun bukannya mendapat pemeriksaan, saya hanya di suruh mengisi biodata dan blangko sebagai tanda pembayaran kesehatan di rumah sakit” Ujar Salah satu bakal calon kepala desa.
Yang enggan di publikasikan namanya tersebut.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi dari pihak RSUD tenriawaru. (Indra)

img class="details-image" src="https://kabartimur.com/wp-content/uploads/2020/05/GARIS-PUTIH.png" draggable="false" alt="">