4 Bulan Gaji Belum Cair, Honorer Haltim Tetap Bertahan Layani Masyarakat

HALTIM, Kabartimur.com – Puluhan tenaga honorer di Kabupaten Halmahera Timur mengeluhkan keterlambatan pembayaran gaji yang hingga kini belum juga disalurkan. Memasuki tahun 2026, para honorer mengaku telah empat bulan bekerja tanpa menerima honor dan kini hampir memasuki bulan kelima.

Keluhan tersebut disampaikan melalui pernyataan terbuka di media sosial Facebook yang ditujukan kepada Pemerintah Daerah, khususnya Bupati Halmahera Timur. Mereka meminta pemerintah segera memberikan kepastian terkait pembayaran gaji dan status tenaga honorer di daerah.

Dalam pernyataannya, para honorer menegaskan bahwa mereka tetap menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagaimana biasa demi pelayanan kepada masyarakat di berbagai instansi pemerintahan, meski kondisi ekonomi semakin sulit akibat keterlambatan pembayaran honor.

“Apapun alasannya, kami juga manusia, bukan patung atau robot. Kami bekerja dan mengabdi setiap hari demi pelayanan kepada masyarakat,” ungkap salah satu perwakilan honorer yang enggan disebutkan namanya, Minggu (17/5/2026).

Baca Juga :   BPBD Bersama Komisi III DPRD Haltim Melakukan Studi Banding Ke Kabupaten Bojonegoro Provinsi Jawa Timur

Para honorer menilai persoalan keterlambatan gaji seharusnya menjadi perhatian serius pimpinan daerah. Mereka berharap kebijakan pemerintah lebih berpihak kepada tenaga honorer yang selama ini menjadi bagian penting dalam pelayanan publik.

Selain persoalan gaji, mereka juga menyoroti ketidakjelasan status tenaga honorer yang telah bertahun-tahun mengabdi. Di usia Kabupaten Halmahera Timur yang telah memasuki 23 tahun, banyak honorer mengaku belum memperoleh kepastian mengenai status kepegawaian mereka.

Mereka meminta Pemerintah Daerah membuka formasi khusus bagi tenaga honorer yang telah lama bekerja dan mengabdi di lingkungan pemerintahan. Menurut mereka, masa pengabdian bertahun-tahun seharusnya menjadi pertimbangan dalam kebijakan kepegawaian daerah.

Para honorer berharap ada solusi yang adil dan manusiawi dari pemerintah. Mereka mengaku kebutuhan keluarga terus berjalan, sementara gaji yang menjadi sumber penghidupan belum juga diterima.

Baca Juga :   Pemda Haltim dan PT JAS Sepakati Skema Kompensasi Petani Rumput Laut Fayaul

“Kami tidak meminta lebih. Kami hanya meminta kepastian atas hak kami sebagai tenaga honorer yang selama ini tetap bekerja untuk daerah,” tutup pernyataan tersebut dengan seruan, “Beri kami kepastian.”(Red/*)

Pos terkait