WASIOR, Kabartimur.com – Bupati Teluk Wondama Papua Barat, Elysa Auri menyatakan masih adanya siswa yang belum bisa membaca meski sudah duduk di bangku SMP bahkan SMA atau SMK di Wondama adalah kenyataan yang tidak boleh ditutup-tutupi namun harus dicarikan solusi untuk mengatasinya.
Auri mengimbau para guru dan pihak sekolah tidak membiarkan atau tidak begitu saja lepas tangan jika ada anak didik yang belum bisa membaca. Perlu ada solusi atau terobosan lain yang diambil guru atau pihak sekolah untuk membantu siswa bersangkutan bisa membaca selain pembelajaran di kelas.
“Harus ada solusi lain (tidak hanya di dalam kelas) untuk mereka. Jangan dibiarkan ini. Ini dosa, “kata bupati pada saat membuka Rapat Koordinasi Kepala Sekolah dan Guru se Kabupaten Teluk Wondama di Aula Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga di Rasiei, Jumat (16/10).
Bupati mengatakan masih banyak siswa yang belum bisa membaca saat lulus SD bahkan saat sudah di bangku SMP hingga SLTA merupakan potret buram dunia Pendidikan Wondama yang harus secepatnya diatasi dan menjadi tanggung jawab bersama Pemerintah Daerah dan semua pihak terkait termasuk orang tua siswa.
Untuk itu dia minta sekolah menerapkan syarat yang lebih ketat dalam kenaikan kelas maupun kelulusan siswa di setiap jenjang pendidikan terutama dari SD, SMP maupun SMA/SMK.
“Jangan kasih naik kelas begitu saja. Kalau belum tahu baca, tidak usah kasih naik (kelas atau lulus). Jangan sampai dia masuk SMP tapi baca saja masih eja. Kalau ada yang begitu jangan kasih naik dulu, “ucap bupati.
“Kalau ada sekolah yang berat, sampaikan ke komite. Atau sampaikan bahwa Bupati yang suruh. Bagaimana mau bicara mutu, kalau kondisinya seperti ini, “lanjut orang nomor satu Wondama itu.
Lebih lanjut bupati juga menekankan ke Dinas Pendidikan berperan mencari jalan keluar agar kondisi demikian tidak terus berlanjut.
“Dinas Pendidikan harus cari solusi juga. Ini jadi cermin bagi kita semua, “tutup Auri. (Nday)







