Filosofi Setiap Rumah Adalah Sekolah – Setiap Orang Adalah Guru akan Diturunkan ke Setiap Sekolah, Bupati Auri Ajak Semua Guru Dukung

WASIOR, Kabartimur.com – Bupati Teluk Wondama Papua Barat, Elysa Auri mengajak para guru dari semua satuan pendidikan ikut berperan mendukung dan menyukseskan kebijakan baru Pembangunan Teluk Wondama yang berbasis pada filosofi ‘semua rumah adalah sekolah dan semua orang adalah guru’.

            Filosofi itu merupakan bagian dari upaya Pemerintah Daerah bersama gereja dan masyarakat adat untuk memperkuat nilai-nilai peradaban baru orang Papua yang telah diletakkan Pendeta Izaak Samuel Kijne di Aitumeiri, Miei di Wasior pada 1925.

Menurut bupati filosofi semua rumah adalah sekolah dan semua orang adalah guru telah melewati kajian akademis oleh Universitas Papua (Unipa) Manokwari dan selanjutnya akan ditetapkan menjadi peraturan daerah.

            “Dan kebijakan ini kita akan turunkan sampai ke sekolah-sekolah supaya menambah bobot bagaimana membentuk mutu pendidikan mulai dari pendidikan dasar dari PAUD, TK, SMP sampai ke SMA dan SMK, “ujar Auri pada pembukaan Rakor Kepala Sekolah dan Guru se Kabupaten Teluk Wondama, Jumat (16/10) di Aula Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga di Rasiei.

Baca Juga :   Sukseskan Pilkada, Kapolres Minta para Tokoh di Wondama Berperan Tangkal Hoax dan Isu SARA

Bupati menyatakan filosofi semua rumah adalah sekolah dan semua orang adalah guru adalah bagian dari upaya memanusiakan manusia dengan rumah atau keluarga sebagai fondasi utama pembentukan sikap dan karakter.

Sesuai rencana launcing kebijakan baru Pembangunan Teluk Wondama itu akan dilakukan pada pada 25 Oktober 2026 bertepatan dengan peringatan 101 tahun lahirnya peradaban pendidikan di Tanah Papua.

“Jadi ini menjadi tanggung jawab bapak dan ibu guru juga. Karena itu saya berharap sungguh-sungguh kepada bapak dan ibu guru untuk mendukung filosofi setiap rumah adalah sekolah dan setiap orang adalah guru. Nanti tanggal 25 Oktober akan kita launcing, “kata bupati.

Bupati berharap kebijakan baru Pembangunan Wondama itu bisa menjadi warisan yang baik tidak saja bagi Wondama tetapi juga bagi Tanah Papua secara keseluruhan dalam memasuki abad kedua peradaban baru orang Papua.

Baca Juga :   Hadapi Gugatan Pilkada di MK, Kubu HEMAT : Kami Siap Fight !

“Sempurna atau tidak sempurna, ini harus dijalankan untuk sambut abad kedua. Walaupun kita belum siap sepenuhnya, sikap dan fondasinya harus kita letakkan hari ini, “ucap orang nomor satu Wondama ini. (Nday)

Pos terkait