Wondama Deklarasi Membangun Peradaban dari Rumah, Bupati Auri: Urusan Pendidikan Harus Jadi Denyut Nadi dan Nafas Hidup Setiap Orang

WASIOR, Kabartimur.com– Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat mendeklarasikan kebijakan baru pembangunan Wondama menyambut abad kedua peradaban pendidikan di Tanah Papua dengan tema besar ‘Membangun Peradaban dari Rumah, Setiap Rumah adalah Sekolah dan Setiap Orang adalah Guru’.

                  Deklarasi dilakukan pada perayaan syukur peringatan 101 Tahun Peradaban Pendidikan di Tanah Papua di Lapangan Aitumeiri, Miei Distrik Wasior, Minggu, 25 Oktober 2026.

Bupati Elysa Auri menjelaskan, membangun peradaban dari rumah dengan filosofi setiap rumah adalah sekolah dan setiap orang adalah guru, mengandung makna bahwa pengetahuan tidak boleh bersumber hanya dari ruang kelas.

“Tetapi harus menjadi api yang menembus batas ruang dan waktu, lahir dari kasih sayang di meja makan dan tumbuh subur dalam dekapan keluarga, “kata Auri.

Melalui filosofi setiap rumah adalah sekolah dan setiap orang adalah guru, setiap orang Wondama diajak untuk menyadari bahwa urusan pendidikan bukan sekedar urusan wajib yang diamanatkan oleh negara semata.

Baca Juga :   Mabuk dan Butuh Uang, Pemuda Pengangguran di Wasior Nekat Curi Motor Lalu Bakar Rumah

“Melainkan harus menjadi denyut nadi dan nafas hidup setiap insan yang hidup di atas Tanah Wondama ini, “ucap Auri.

 Lebih lanjut bupati menekankan, pangggilan untuk membangun peradaban dari rumah menuntut peran semua pihak mulai dari orang tua, para guru, tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat. Juga pemuda dan kaum perempuan serta aparatur pemerintah mulai dari kabupaten hingga ke kampung.

“Kepada para orang tua jadilah pelita utama, kasih sayang dan akhlak pertama kali diajarkan sebelum anak-anak mengenal dunia luar, “ujar Auri.

“Kepada para guru dan pendidik teruslah berdiri tegak sebagai benteng keteladanan, saudara adalah penjaga gawang ilmu yang pengabdiannya melampui sekedar jam mengajar di muka kelas,” lanjut bupati ke-4 Teluk Wondama itu.

Pendidikan sebagai Gerakan Bersama

Deklarasi kebijakan baru pembangunan Wondama yang dibacakan Ketua Dewan Adat Papua (DAP) Daerah Wondama, Adrian Worengga berisi empat poin yang menjadi bentuk komitmen bersama Pemkab Teluk Wondama, masyarakat adat dan gereja dalam memajukan pendidikan di kabupaten berjuluk Tanah Peradaban Orang Papua itu.

Baca Juga :   Pemkab Sudah Hibahkan Tanah, Pangdam Kasuari Pastikan Kodim Teluk Wondama Segera Diresmikan

Yaitu pertama, meneguhkan bahwa Aitumeiri merupakan salah satu ruang bersejarah bagi pertumbuhan pendidikan, Pekabaran Injil, pembentukan karakter dan perkembangan peradaban di Tanah Papua.

“Kami bertekad merawat warisan ini menjadi sumber inspirasi untuk membangun masa depanyang lebih baik, “kata Worengga.

Kedua, menjadi pendidikan sebagai gerakan bersama dengan melibatkan peran pemerintah, gereja dan adat. Dalam kaitan itu maka setiap rumah menjadi tempat pembentukan iman, pengetahuan, kasih, disiplin dan karakter.

Dan setiap orang menjadi teladan dalam perkataan, perbuatan juga kebijaksanaan dan pengabdian serta nilai-nilai kebaikan.

Ketiga, memperkuat kolaborasi pemerintah, agama dan adat untuk kemajuan Wondama. Dan keempat, menyiapkan generasi Wondama yang unggul menuju abad kedua.

“Bahwa pembangunan Wondama harus dimulai dengan menyiapkan generasi yang beriman, cerdas sehat dan terampil serta mencintai budayanya sendiri, “lanjut Worengga.

Baca Juga :   Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Dinas LHP Wondama Libatkan Ratusan Pelajar Pungut Sampah Plastik di Kota Wasior

Selain Bupati Elysa Auri dan Wakil Bupati Anthonius Alex Marani, turut hadir sebagai saksi deklarasi, Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan bersama Wakil Ketua II Sinode Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua Pendeta Gustav Melkias Wutoy.

Hadir pula Wakil Rektor Universitas Papua (Unipa) Manokwari Prof Jonni Marwa, Rektor Universitas Ottow Geissler Papua Jayapura, Dr Philipus Ramandey serta Ketua DPRK Teluk Wondama Aplena Dimara unsur Forkompida Kabupaten Teluk Wondama dan para mantan bupati dan wakil bupati. (Nday)

Pos terkait