Warga Sogun Tolak Kantor UMKM Dijadikan Tempat Isolasi Pasien Covid19

  • Whatsapp

MANOKWARI- Sejumlah warga Sogun menolak kantor UMKM dijadikan tempat isolasi bagi pasien yang dinyatakan positif virus corona.

Setelah diketahui jika ada pasien yang dimasukkan ke kantor tersebut warga langsung turun Aksi dan meminta agar pasien segera dipindahkan dari tempat tersebut.

“Bapa, tolong kitong Orang Papua ini sudah sedikit, jadi bawah dorang karantina di Rumah sakit Provinsi kah, bawah ke Polda kah jangan di sini sudah yo” Kata seorang warga di hadapan Ketua Tim Pelaksana Gugus Tugas Papua Barat Bupati serta Sekda Manokwari di depan balai latihan milik Dinas Koperasi Papua Barat yang berlokasi di belakang kantor Bupati Jumat 17 April 2020.

Hal itu merupakan ungkapan warga yang menolak pasien positif Corona Virus Disease Covid19 yang hendak di tempatkan di Balai latihan koperasi sebagai tempat karantina.

Hal itu kemudian ditanggapi oleh Ketua Gugus Tugas Papua Barat Derek Apnir, bahwa mereka ditempatkan di Balai latihan koperasi ini hanya untuk sementara waktu, menunggu kesiapan tempat tidur di ruang isolasi rumah sakit Provinsi Papua Barat.

“Ini cuma sementara saja kah, karena sedang menyiapkan tempat tidur di rumah sakit Provinsi tempat yang digunakan untuk isolasi” Kata Derek Apnir menjawab sindiran warga tersebut.

Setelah menunggu beberapa saat kemudian sebuah mobil dengan Nomor polisi PB1843 MM meluncur menuju balai karantina, mobil tersebut di awali petugas medis yang berpakaian lengkap alat pelindung diri masuk ke halaman balai pelatihan koperasi, selang beberapa waktu mobil kemudian mengevaluasi para pasien positif Covid19 itu ke Rumah Sakit Provinsi.

Bupati Manokwari Demas Paulus Mandacan mengatakan, awal menempatkan pasien positif Covid19 ini memang kurang kordinasi antara Satgas Provinsi dengan Pihak Majelis Rakyat Papua MRP PB yang saat ini sementara berkantor di Balai latihan koperasi Papua Barat

“Tadi saya datang saya lihat ada anggota MRP ada berdiri didepan, kemudian memang saya juga agak sedikit emosi dan ternyata dari provinsi belum kordinasi baik” Kata Demas Paulus Mandacan.

Dia mengatakan, pihaknya tengah memikirkan menempatkan pasien positif di Balai ini sementara di bagian belakang balai tersebut juga terdapat sebagian warga yang tinggal, maka saat ini semua di fokuskan ke rumah sakit Provinsi.

“Tadi saya sudah telpon pak Gubernur konfirmasi bahwa di rumah sakit Provinsi sudah ada 150 tempat tidur, sedangkan 30 tempat tidur sudah siap di pasang, jadi sekarang baru pasien yang masuk” Jelas Mandacan.

Bupati memastikan 2 Warga yang dinyatakan positif Corona Virus saat ini bukan bagian dari 3 Orang warga yang sebelumnya sempat di tolak ketika tiba di Bandara Rendani setelah bepergian dari Makassar.

“Jadi tiga orang yang kemarin di tolak di Bandara itu sudah dikembalikan, jadi dua warga positif itu bukan bagian dari orang itu” Jelas Bupati. (AD)

Pos terkait