Warga Desa Sipatuo Syukuri Panen Yang Melimpah

  • Whatsapp

KABARTIMUR PINRANG-Warga Sipatuo Kecamatan Patampanua, menggelar acara pesta panen, Senin (9/4/2018). Syukuran atas hasil panen di Dusun Jampu ini merupakan acara tradisi di Kabupaten Pinrang yang merupakan daerah lumbung pangan, daei hasil panen yang menggemberikan sebagaimana disampaikan Kepala Desa Sipatuo, Ali Mappa.

Menurutnya kondisi lahan di desanya sangat beragam antara tanaman padi  dan tanaman Holtikulkura, untuk meningkatkan pendapatan.

Ibu Ibu Kades juga  mengusulkan adanya Kelompok tani wanita didesanya, di Dusun Jampu terdapat 3 Kelompok tani, 1 Kelompok GP3A dan 3 Kelompok P3A.  Produksi rata rata yang dicapai 5-7 Ton per hektar dengan harga gabah bisa mencapai Rp 5000/kg.

Plt. Camat Patampanua, Andi Tambero, dalam laporannya mengungkapkan secara keseluruhan hasil panen padi di wilayah Kecamatan Patampanua, termasuk Desa Sipatuo, Dusun Jampu dan sekitarnya yang mencapai 7 hingga 8 ton perhektar. Bahkan lanjutnya, ada sebagian petani menghasilkan hingga 9 ton perhektar.

Kadis pertanian, Andi Calo Kerrang, mewakili Bupati Pinrang, HA Aslam Patonangi, atas nama pemerintah Kabupaten Pinrang ikut bersyukur atas hasil yang telah dicapai masyarakat Jampu pada khususnya.

Pemerintah Pinrang, lanjut Andi Calo Kerrang, tak pernah berhenti memperhatikan nasib para petani, termasuk harga gabah yang fluktuatif akhir akhir ini. Menurutnya, penetapan harga gabah merupakan kewenangan pemerintah pusat. Tetapi, lanjutnya, pemerintah daerah tidak berpangku tangan. Pemerintah Kabupaten telah melakukan beberapa pertemuan untuk mencari solusi terkait hal tersebut.

Begitu pula lanjut Kadis Pertanian, infrastruktur pertanian dan tenaga penyuluh juga menjadi prioritas pemerintah sehingga hasil panen bisa maksimal seperti sekarang.

Hal senada disampaikan Kasman dari Komisi III DPRD Kabupatem Pinrang, bahwa masyarakat setempat sangat koperatif dalam menjalin hubungan terkait, sehingga apapun yang disepakati itulah yang dilaklsanakan dengan baik. (**)

Pos terkait