Tingkatkan Pemahaman Fasilitator, DPMK Papua Barat Gelar Bimtek II Program TEKAD

  • Whatsapp

MANOKWARI, Kabartimur.com- Dalam rangka meningkatkan pemahaman peserta tentang latarbelakang , tujuan, kebijakan, prinsip-prinsip, prosedur dan ketentuan program TEKAD , Pemerintah Provinsi Papua Barat melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung melaksanakan Bimbingan Teknis II Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) yang diselenggarakan di Hotel Aston Niu , Senin 6 Desember 2021.

Bacaan Lainnya

Ketua Panitia pelaksana kegiatan, Dra. Diah Dian S.Come , MH dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan bimbingan teknis fasilitator TEKAD Provinsi Papua Barat dilaksanakan selama 5 hari Yakni dari tanggal 6 hingga 11 Desember 2021.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan orientasi dan pembekalan kepada para fasilitator sebelum bertugas di lapangan.

Selain itu kata Dian , juga meningkatkan keterampilan peserta dalam memfasilitasi proses perencanaan , pelaksanaan, pengendalian, dan pelestarian program serta menumbuhkan komitmen dan sikap kepedulian peserta terhadap masyarakat miskin persediaan dan kemandirian masyarakat.

Adapun instruktur pelatih berasal dari kementrian desa pembangunan daerah tertinggal dan transmigrasi berjumlah 10 orang.

Untuk peserta kegiatan berjumlah 87 orang terdiri dari 7 koordinator kabupaten , 28 fasilitator kabupaten dan 52 fasilitator distrik dan tim koordinasi pada program TEKAD dari OPD terkait dan perguruan tinggi.

Sementara itu, Kepala dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Provinsi Papua Barat , Lince Idorway dalam sambutannya Mengajak peserta untuk memahami dan mencermati kebijakan yang menjadi tanggungjawab bersama dalam rangka penguatan dan pengembangan kapasitas sumberdaya manusia atau Human Capasity Building , khususnya penguatan dan pengembangan kapasitas untuk fasilitator program transformasi ekonomi terpadu (TEKAD).

Menurutnya, Keberhasilan fasilitator program tekad merupakan indikator keberhasilan melaksanakan pemberdayaan masyarakat dan kampung melalui penguatan ekonomi lokal.

Dimana kompetensi fasilitator tidak saja pada kemampuan agronomis semata namun harus mempunyai kompetensi pada pengolahan hasil, pemasaran , distribusi barang dan yang lebih 0enting adalah Kompetensi pada penting adalah Kompetensi pada pengelolaan pemerintahan desa kampung dan kompetensi melakukan kemitraan kerjasama.

Adapun indikator yang dapat dilihat dilapangan, apakah kompetensi fasilitator itu berhasil adalah meningkatnya kesadaran masyarakat atau pemerintahan desa dalam melakukan tindakan pembangunan desa berbasis ekonomi lokal melalui perubahan perilaku dalam perencanaan kampung, perubahan perilaku dalam mengalokasikan dana desa, perilaku dalam proses kerjasama, dan perilaku menyusun kebijakan kampung.

“Kesemua proses pemberdayaan masyarakat kampung pada program Tekad tersebut dibarengi dengan suatu kegiatan monitoring dan evaluasi sehingga proses pemberdayaan tersebut menjdi proses rutin dalam kehidupan kampung” kata Idorway.

Selain itu, salah satu lembaga yang akan dapat menyelaraskan kegiatan monitoring dan evaluasi adalah tim koordinasi yang terdiri dari berbagai OPD yang terkait.

“Tim koordinasi ini akan menyelaraskan program pemerintah dengan program TEKAD sehingga hasil program ini mendukung pembangunan daerah”harapnya.

Pihaknya menyampaikan ucapan terimah kasih kepada semua narasumber dan pelatih atas kehadirannya dengan penuh tanggungjawab dalam bimtek 2 ini untuk memudahkan para fasilitator dalam melakukan pemberdayaan di kampung-kampung.

Idorway mengingatkan kepada pelatih dan narasumber untuk dapat memperhatikan bahwa bimtek ini harus memberikan output (hasil) yakni

  • Fasilitator yang mampu membangun pengetahuan ketrampilan, dan sikap (kompetensi)
  • Fasilitator yang mampu mendorong kepemimpinan desa akuntabel
  • Fasilitator yang mampu mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan kampung dan
  • Fasilitator yang mampu mendorong terciptanya pengelolaan informasi kampung.

“Dalam mengelolah potensi lokal yang sangat besar di Papua Barat yaitu terutama disektor pertanian (dalam arti luas) dan sektor pariwisata serta kelautan di Papua barat ini tentunya tidaklah muda.
Diperlukan pemerintahan yang mampu melakukan penguatan and pengembang ekonomi lokal” imbuh Idorway.

Penguatan ekonomi lokal adalah suatu upaya untuk memaksimalkan sinergitas pemerintahan, pasar, dan masyarakat untuk produk-produk unggulan komersial, sedangkan Pengembangan ekonomi loka adalah upaya menjamin dan meningkatkan mutu produk unggulan komersial menjadi produk global yang berkelanjutan.

Sedangkan fasilitator adalah bagian, penting dari proses sinergitas tersebut.Fasilitaor harus mampu menjadi katalisator pembangunan di kampung atau dengan kat lain bahwa fasilitator harus memudahkan proses sinergitas pembangunan di kampung.

Pihaknya berharap Bimtek ini menjadi ajang penguatan kapasitas fasilitator program TEKAD yang baik untuk itu memanfaatkan kesempatan ini dengan baik.(Red/Lisna)

Pos terkait