Kepala Kampung, Kader dan Pimpinan Bumdes Pada Kampung Inti Klaster Manokwari Raya Dilatih Tingkatkan Perekonomian

MANOKWARI, Kabartimur.com- Dalam rangka memahami kebutuhan kampung dalam membangun ekonomi kampung, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Provinsi Papua Barat melalui program Transformasi Ekonomi Terpadu (TEKAD) melaksanakan pelatihan kepada kepala kampung, kader kampung, dan pimpinan bumdes.

Pelatihan ini dikemas dalam agenda
Coaching clinik for head Village, village Cadre, Head of Village ekonomi institutions at core village ( Pelatihan klinical untuk kepala kampung, kader Kampung dan kepala lembaga ekonomi pada kampung inti pada klaster Manokwari Raya) yang akan dilaksanakan selama tiga hari di Hotel Swisbell Manokwari dan diikuti peserta sebanyak 105 orang.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK), Papua Barat, Lince Idorway,SH, MM, dalam sambutannya yang dibacakan oleh sekretaris Drs.Diah Dian S Come, MH menyampaikan bahwa pembangunan kampung dengan anggaran dana desa yang cukup fantastik belum bisa mensejahterakan anggota masyarakatnya.

Bacaan Lainnya

Hal ini terbukti di papua barat ada sebanyak 922 kampung tertinggal dan 606 sangat tertinggal dari 1742 kampung di papua barat (menurut indeks desa membangun tahun 2022). artinya 89% kampung di papua barat belum menunjukan kemajuan.

Baca Juga :   Dukung Percepatan Pelaksanaan RZWP3K di Papua Barat, Aksi Bersih Dilakukan Pantai Pulau Mansinam

Menurutnya, status ketertinggalan kampung di papua barat ini disebabkan karena belum membaiknya kondisi sosial, kondisi ekonomi, dan lingkungannya. “kondisi sosial bisa membaik jika kondisi ekonominya baik dan mendukung, demikian juga jika lingkungannya membaik maka kondisi sosial dan ekonominya terdorong untuk membaik” ujarnya.

Lanjut Dian katakan bahwa Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) ada saat ini di kampung bapak dan ibu ditujukan untuk membantu menguatkan dan memastikan kondisi ekonomi kampung membaik dan mampu meningkatkan status kampung tertinggal hingga menjadi berkembang dan mandiri.

Dian menjelaskan program TEKAD akan mendampingi semua kampung untuk menguatkan ekonomi kampung melalui:

Pertama, Penguatan komoditas unggulan komersial lokal.

Kedua ,Penguatan perencanaan yang berpihak kepada penguatan ekonomi kampung.

Ketiga, Penguatakan pemasaran hasil komoditas unggulan komersial melalui penguatan bumbes dan bumdesma

Keempat, Mendorong produksi komoditas unggulan memenuhi kuota pasar melalui wilayah produksi (kampung klaster)

Kelima, Penguatan lebaga ekonomi kampung kepada jasa keungan dan lembaga teknis terkait melalui kemitraan.

Pihaknya mengajak peserta pelatihan untuk memperhatikan beberapa hal diantaranya:

Komoditas unggulan

Untuk kabupaten Manokwari pilihlah komoditas unggulan komersial seperti palawija, padi , kakao, dan sayuran, untuk dibesarkan dan ditingkatkan kwalitasnya.

Untuk Manokwari Selatan harus fokus pada kakao dan pisang. dan komoditas ini harus ditingkatkan dengan produk turunannya seperti bubuk kakao, camilan kakao (permen, coklat dll), selai pisang, bubuk pisang

Baca Juga :   Gawat ! Dalam 2 Hari Covid19 di Wondama Bertambah 18 Kasus Baru, Kasus Aktif Jadi 34 Orang

Untuk Pegunungan Arfak dapat di fokuskan pada sayuran dan buah-buahan. “Jadikan buah-buahan menjadi produk olahan yang dikemas bagus dan menarik”.

Perencanaan Pembangunan Kampung
untuk semua kabupaten harus dapat merevisi atau membuat baru rencana pembangunan jangka menengah kampungnya berfokus pada pengembangan ekonomi kampung.

“Untuk itu segera implementasikan p3ek yang sudah dibuat dan bagi yang belum segera melaksanakan p3ek. hal ini bisa mulus bila semua aparatur kampung, kader kampung, bumdes, dan pendamping distrik tekad dapat bekerjasama dengan baik dengan pendamping program p3md.

Penguatan Pemasaran
Gunakan bumdes untuk dapat memasarkan produk-poduk unggulan itu, besarkan bumdes dengan pengawasan yang ketat oleh masyarakat dan pendamping.

“Besarkan bumdes dengan melatih pengurusnya dalam pengelolaan keuangan dan pertanggungjawabannya. bumdes merupakan kunci utama di kampung yang dapat membantu menguatkan ekonomi kampung” harapnya.

Wilayah Produksi
pada umumnya kampung inti tekad mempunyai produksi yang sangat dibawah standar, untuk itu perlu dukungan kampung lain yang mempunyai produk yang sama agar dapat memenuhi ambang batas permintaan pasar (kuota produksi).

“Ini tugas kader kampung dan pendamping distrik tekad untuk dapat menilai kampung mana yang dapat dijadikan wilayah kampung (kampung klaster). pembanguan ekonomi kampung harus di sinergikan dengan kampung lain (kawasan kampung/kampung klaster). selain itu buktikan demplot yang akan dikerjakan itu menarik untuk kampung lain mengerjakannnya dan menjadi kampung klaster” terangnya.

Baca Juga :   Potensi Alam Raja Ampat Menjadi Fokus Program TEKAD Wujudkan Ekonomi Hijau

Kemitraan
untuk menguatkan dan dapat berjalan dengan lestari (berkelanjutan) pendamping kabupaten dan kader kampung, mampu memfasilitasi kemitraan baik kemitraan dengan jasa keuangan, kemitraan dengan pengusaha besar, kemitraan dengan dinas perindakop, dan kemitraan dengan dinas teknis lainya.

“Saya meminta kepala kampung untuk lebih dekat dan meminta difasilitasi kegiatan kemitraaan ini oleh pendamping kabupaten masing-masing” ujarnya.

Dian menekankan bahwa kunci keberhasilan pembangunan ekonomi kampung adalah pemerintahan kampung memiliki tatakelola yang baik dimana pada akhirnya masyarakat kampung akan diuntungkan secara nyata.

“Proses perencanaan kampung harus memihak kepada pembangunan ekonomi lokal dan pembanguan ekonomi harus di sinergikan dengan kampung lain dengan mewujudkan kawasan kampung atau kata lain dari “kampung klaster”.

Jika pemerintahan kampung dapat mewujudkan hal itu, maka dengan penuh keyakinan kampung yang mandiri berdaulat di papua barat akan terwujud.

“Fokuskan diri pada penguatan tatakelola kampung yang baik (good governance) bersama program TEKAD. Kelapa kampung dan kader serta ketua Bumdes harus memahami konsep, kebijakan dan pelaksanaan tekad secara lengkap dan menyeluruh, menyebarluaskan program tekad di wilayahnya masing-masing dan melakukan dampingan masyarakat desa dalam rangka peningkatan pendapatan rumah tangga dan desanya sesuai dengan kerangka program tekad” pungkas Dian.(Red/VR)

Pos terkait