Sudah Meninggal dan Pindah Alamat, 455 Petani di Wondama Tidak Terima Bansos Tunai Covid-19

  • Whatsapp

WASIOR – Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Teluk Wondama telah menyelesaikan penyaluran bantuan sosial tunai tahap pertama untuk periode April berupa dana stimulus bagi kelompok petani, peternak dan pekebun yang terkena dampak virus corona atau Covid-19.

Namun demikian tidak semua dana stimulus sebesar Rp600 ribu per orang yang telah dipersiapkan berhasil tersalur. Dari 2.279 petani yang terdaftar hanya sebanyak 1.824 orang yang menerima dana. Sisanya sebanyak 455 orang tidak mengambil haknya karena berbagai alasan.

“ Kami sudah selesai pembagian tahap pertama untuk bulan April. Realisasinya yang terima sebanyak 1.824 orang dengan dana 1.094. 400. Dan tidak terealisasi sebanyak 455 petani.

Kenapa tidak terealisasi karena ada yang sudah meninggal, ada yang sudah jadi pegawai, ada yang sudah keluar dari kampung dan keberadaan mereka sudah tidak diketahui lagi oleh aparat di kampung. Jadi total nanti yang kami setor kembali adalah 273 juta, “ ungkap Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Tedy Lekitoo.

Tedy menyampaikan itu dalam acara Dialog Khusus Penanganan Covid-19 yang diselenggarakan Dinas Kominfo di Gedung Sasana Karya kompleks kantor bupati di Isei, Sabtu malam.

Dia mengakui jumlah petani sebanyak 2.279 orang yang ditetapkan sebagai penerima dana stimulan berbeda jauh dengan jumlah petani, peternak maupun pekebun dalam database Dinas Pertanian yang mencapai 5.600 orang.

Tedy mengklaim seluruh petani peternak maupun pekebun tidak bisa diakomodir karena pihaknya terbentur dengan ketentuan bahwa penerima bansos Covid-19 harus berbasis NIK dengan mengacu pada jenis pekerjaan yang tertera dalam KTP.

Tedy lantas menyebut sejumlah regulasi yang menjadi pedoman bagi pihaknya dalam penyaluran bansos yaitu Permendgari 20 tahun 2020, Permentan serta petunjuk dari KPK.

“Data petani kita di dinas adalah kurang lebih 5.600 tetapi yang ber-NIK 2.279 (saja). Dengan dasar itu kita membagikan tapi kita juga menyadari bahwa kita ini manusia kita juga ada ketidakuratan karena data kependudukan kita itu 54 ribu jadi kita sortir lagi mana yang petani, pekebun dan peternak.

Kami sudah informasikan ke kampung, kalau ada terdapat dalam daftar ada yang belum terdaftar tetapi mereka bisa buktikan dengan KTP bahwa mereka punya pekerjaan sebagai petani, peternak dan pekebun kami siap menerima bisa lewat kampung atau langsung ke kami di dinas, “ ujar pria yang juga Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan ini.

Alumnus Faperta Unipa Manokwari ini menegaskan jikalau ada warga yang benar-benar sebagai petani namun belum sempat terdata, pihaknya siap untuk memasukan sebagai penerima dana stimulan untuk penyaluran tahap kedua dan selanjutnya.

“Jadi mungkin ada yang punya KTP yang menunjukkan dia petani silahkan lapor. Kalau terbitnya di bawah bulan April kita langsung otomatis dengan dana sisa tadi langsung kita bayarkan.
Tapi ada yang beberapa yang dikasih masuk sekitar 13 orang itu dikasih masuk tapi (KTP) terbitnya bulan Mei berarti nanti dia cuma dapat bulan Mei dan Juni, dia cuma dapat dua bulan saja, “ pungkas mantan kepala bidang di Bappeda Wondama ini. (Nday)

Pos terkait