WASIOR, Kabartimur.com — Tim 18 Ekspedisi Patriot Universitas Indonesia (UI) baru-baru ini telah melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) di Gedung Sasana Karya, Kantor Bupati Teluk Wondama di Rasiei.
Untuk diketahui, Tim 18 Ekspedisi Patriot UI merupakan tim yang dikirim Kementerian Transmigrasi untuk melakukan riset, pendampingan serta menghadirkan solusi yang dibutuhkan untuk pengembangan kawasan Transmigrasi Werianggi, Distrik Nikiwar, Teluk Wondama Papua Barat.
FGD menjadi salah satu bagian dari rangkaian program Tim 18 dalam menggali informasi sekaligus mendapatkan masukan langsung dari Pemerintah Daerah dan masyarakat terkait pengembangan model manajemen logistik berbasis kawasan dan potensi komoditas lokal di Kabupaten Teluk Wondama.
Kegiatan itu dibuka oleh Wakil Bupati Teluk Wondama Anthonius Alex Marani. Turut hadir Kapolres AKBP Bayu Dewasto, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Adhar serta Ketua Tim 18, Prof. Dr. Dewi Susiloningtyas.
Dalam FGD tersebut, Tim 18 Ekspedisi Patriot memaparkan sejumlah potensi yang dimiliki Kawasan Transmigrasi Werianggi, Distrik Nikiwar sekaligus berbagai kendala yang masih ditemui dalam proses produksi, pengangkutan, dan distribusi komoditas.
Wakil Bupati Teluk Wondama menyambut baik kajian yang dilakukan Tim 18 Ekpedisi Patriot. Menurutnya, kajian yang melibatkan masyarakat dan berbagai pihak terkait dapat memberikan gambaran yang lebih dekat dengan kondisi sebenarnya di lapangan.
“Saya juga berharap hasil FGD ini tidak berhenti sebagai dokumen kajian. Kita membutuhkan rekomendasi yang konkret, terukur dan dapat ditindaklanjuti. Termasuk bagaimana pembagian peran antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Pemerintah Distrik dan Kampung juga masyarakat serta pihak-pihak terkait lainnya,” kata Marani.
Tanggapan juga disampaikan oleh Kapolres Teluk Wondama AKBP Bayu Dewasto. Kapolres berharap ke depan dapat terjalin sinergi yang lebih baik antar lembaga dalam mendukung pembangunan daerah.
Selain itu, perwakilan Dinas Pertanian turut memberikan tanggapan mengenai kondisi sektor pertanian dan berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat dalam mengembangkan serta memasarkan hasil komoditas.
Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi kelompok dengan kombinasi yang melibatkan pemerintah dinas dan juga petani dari kawasan transmigrasi. Peserta dibagi menjadi tiga kelompok dengan fokus pembahasan yang berbeda, yaitu komoditas, logistik, dan kelembagaan.
Pola diskusi tersebut dilakukan dengan pendekatan bottom-up, sehingga masyarakat diberikan ruang untuk menyampaikan pengalaman, permasalahan, serta kebutuhan yang mereka hadapi secara langsung, sementara pihak pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya dapat memberikan tanggapan dari sisi kebijakan maupun kelembagaan.
Hasil diskusi kemudian dipaparkan menggunakan metode Problem Tree untuk memetakan akar permasalahan, berbagai kendala yang dihadapi, saran yang dapat dilakukan, serta harapan di masa depan.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang proses diskusi dengan berbagai masukan dan pengalaman yang disampaikan secara terbuka. Masyarakat maupun dinas terkait menyambut baik kegiatan ini karena dapat menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai pihak yang selama ini terlibat dalam proses produksi dan distribusi komoditas di Teluk Wondama.
“Melalui kegiatan FGD ini, Tim 18 Ekspedisi Patriot UI memperoleh berbagai masukan langsung yang akan menjadi bahan dalam penyempurnaan model manajemen logistik yang sedang dikembangkan, “kata Prof Dewi Susiloningtyas melalui keterangan tertulis yang diterima kabartimur.com.
Prof Dewi menambahkan, FGD itu juga menjadi kesempatan bagi tim untuk memastikan bahwa hasil kajian tidak hanya bersumber dari data dan observasi, tetapi turut mempertimbangkan kondisi serta pengalaman masyarakat di lapangan.
“Kita harapkan dengan keterlibatan Pemerintah Daerah dan masyarakat umum, hasil diskusi ini dapat memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai persoalan, potensi serta kebutuhan pengembangan sistem logistik dan komoditas di Kawasan Transmigrasi Werianggi dan Pelabuhan Windesi, Kabupaten Teluk Wondama,” ujar Guru Besar Universitas Indonesia ini. (Nday)







