Ramadhan, Permintaan Bapok Meningkat di Manokwari

  • Whatsapp

MANOKWARI- Permintaan Bahan Pokok (Bapok) dalam rangka menjelang bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri cukup meningkat dibanding hari biasanya.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Subdivisi Bulog Manokwari, Firman Mando di ruang kerjanya senin, (12/4/2021).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, dengan permintaan Bapok yang terbilang meningkat memasuki bulan Ramadhan, pihak bulog pastikan stok bahan pokok (bapok) di Manokwari hingga tiga bulan kedepan tetap stabil dan tersedia.

Selain itu, Bulog tetap akan berupaya menjaga stok khususnya komoditi beras.
Adapun Stok beras yang ada sampai hari ini, Senin (12/4/2021) sebanyak 1.923 Ton dan dijamin bisa bertahan hingga tiga bulan kedepan.

Untuk menjaga ketersediaan stok beras, lanjut Firman, pihaknya akan mendatangkan beras sebanyak 1000 ton dari wilayah Jawa Timur.

“Direncanakan bulan april ini sudah mulai masuk secara bertahap sehingga ketahanan stok semakin meningkat bisa sampai lima bulan kedepan,” ujarnya.

Firman menyebut, Selain komoditi beras, juga ada komoditi lainnya, yakni gula pasir sebanyak 98.500 Kg yang dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama bulan puasa dan Idul Fitri dengan harga
yang masih terjangkau yakni Rp.12.500/Kg.

Juga ada Komoditi minyak goreng sebanyak 826 Liter dengan harga jual Rp.13.000/Liter dan tepung terigu sebanyak 2.426 Kg dengan harga Rp. 10.000/Kg dimana kebutuhan bahan pokok yang meningkat menjelang puasa atau hari raya Idul Fitri.

Firman menjelaskan, untuk menjaga kestabilan harga, pihaknya terus memantau ketersedian pasokan dan stabilisasi harga secara rutin pada pasar pencatatan BPS, maupun secara mobile ke kampung atau ke kelurahan serta toko atau agen yang bekerjasama dengan Bulog untuk menjual beras operasi pasar, sehingga masyarakat bisa mendapatkan bapok dengan harga terjangkau dan berkualitas.

“Kita sudah gelontorkan sekira 120 Ton untuk wilayah Manokwari dan sekitarnya sehingga diharapkan harga beras bisa stabil,” harap Firman. (R)

Pos terkait