Puskesmas Anggi Aktif Berikan Edukasi Hidup Sehat Kepada Warga

  • Whatsapp

Pegaf– Puskesmas distrik Anggi aktif berikan edukasi hidup sehat kepada setiap warganya.
Selain melakukan layanan kesehatan di puskesmas, petugas juga turun ke kampung-kampung untuk memberikan edukasi hidup sehat kepada masyarakat distrik Anggi.

Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap bulannya ini sempat terekam oleh kamera wartawan. Tepatnya saat beberapa petugas medis puskesmas Anggi memberikan edukasi pola hidup sehat kepada warga kampung Uper, di gedung GPKAI jemaat Bahtera Uper, distrik Anggi, Kamis (11/7/2019).

Koordinator kegiatan, dr. Christian C. Maharibe, mengatakan secara umum kegiatan yang dilakukan secara bergantian di 13 kampung ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar berperilaku sehat dalam upaya meningkatkan kualitas hidup.

“Contohnya, masyarakat sering mengonsumsi air mentah, hingga keluhan mereka kalau ke puskesmas sakit perut (diare),” kata dr. Chris.

“Khususnya di Anggi banyak kotoran ternak yang bertebaran dimana-mana, lalat hinggap di kotoran, kemudian terbang ke makanan, lalu manusia makan makanan tersebut, ini salah satu penyebab diare,” lanjutnya.

Dr Crist mengatakan masyarakat perlu digerakkan untuk melaksanakan kegiatan pola hidup yang sehat. Mulai dari mengonsumsi makanan dan minuman sehat, mandi dengan air bersih, sampai kebiasaan membuang kotoran di jamban.

“Warga disini sering mengonsumsi minuman-minuman stamina, padaha jika keseringan dapat membahayakan tubuh,” tutur dr. Crist.

Dirinya juga mengungkapkan, banyak warga yang tinggal di rumah kaki seribu. Selain memasak kebutuhan sehari-hari, warga setempat sering kali menghangatkan badan dengan menyalakan api di dalam rumah. Asap yang dihirup dari pembakaran ini dapat berdampak buruk bagi kesehatan manusia

Rumah kaki seribu yang merupakan rumah adat dari suku Arfak ini tidak memiliki jendela maupun sirkulasi udara lainnya selain pintu depan dan pintu belakang.

Selain memberikan edukasi hidup sehat, para petugas Anggi juga melaksanakan kegiatan posyandu, penyuluhan infeksi menular seksual (IMS) dan HIV-AIDS, serta penyuluhan diare dan pneumonia untuk mencegah kematian anak. (iki).

Pos terkait