PLN Pastikan Listrik Manokwari Kembali Stabil, Daya Mampu Tembus 49 MW

MANOKWARI, Kabartimur.com– PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Manokwari memastikan pasokan listrik di wilayah Manokwari kembali stabil. Sejak pekan ketiga Oktober 2026, sistem kelistrikan Manokwari bahkan telah memasuki kondisi surplus daya setelah adanya tambahan kapasitas pembangkit sebesar 10 megawatt (MW).

Manager PLN UP3 Manokwari, Arvy Tryudha, mengatakan kondisi tersebut menjadi perkembangan positif setelah sebelumnya sistem kelistrikan Manokwari menghadapi keterbatasan daya, terutama ketika beban pemakaian masyarakat meningkat.

Kepada Kabartimur.com, Jumat (30/10/2026), Arvy menjelaskan bahwa sebelum adanya tambahan kapasitas pembangkit, kebutuhan listrik di Manokwari sempat mencapai sekitar 41 MW. Sementara itu, kemampuan pasokan yang tersedia belum cukup untuk memberikan cadangan daya secara optimal.

Namun, sejak 21 Oktober 2026, kondisi tersebut berubah. Kapasitas daya mampu sistem Manokwari meningkat dari yang semula 37-39 MW menjadi kisaran 47–49 MW, bahkan dalam kondisi tertentu dapat mencapai 54 MW.

Baca Juga :   Plt 3 Bulan, Makatita Resmi Dilantik Jadi Sekda Manokwari

“Per minggu ketiga Oktober, sekitar tanggal 21 Oktober, sistem Manokwari sudah surplus. Jadi, kalau sekarang masih ada pemadaman di beberapa titik, itu bukan karena defisit daya, melainkan kemungkinan akibat gangguan eksternal,” jelas Arvy.

Ia menyebutkan, tambahan kapasitas tersebut salah satunya berasal dari pengoperasian mesin sewa dengan total daya sekitar 10 MW. Tambahan ini juga merupakan tindak lanjut dan langkah percepatan dari PLN untuk meningkatkan cadangan daya Sistem Manokwari.

Arvy menjelaskan, berdasarkan pola operasional yang berjalan, PT Conch tidak menyuplai listrik pada pukul 00.00 hingga 09.00 WIT. Selanjutnya, pada pukul 09.00 hingga 24.00 WIT, perusahaan tersebut menyuplai sekitar 1 MW.
Sebagai tindak lanjut dari Surat Dukungan DPRK Manokwari, PT Conch juga memberikan tambahan pasokan khusus sebesar 5 MW setiap Senin, Rabu, dan Jumat, pada pukul 18.00 hingga 21.00 WIT.

Baca Juga :   Pasangan dan Relawan SEDIA Mantapkan Dukungan untuk HEBO

Di luar jadwal tersebut, pasokan dari PT Conch masih berada pada kisaran 1 MW. PLN juga memperoleh informasi bahwa terdapat kerusakan pada mesin pembangkit milik perusahaan tersebut yang turut memengaruhi kemampuan suplai.

Meski demikian, PLN memastikan keterbatasan kontribusi PT Conch tidak lagi menjadi faktor penentu kestabilan sistem kelistrikan Manokwari. Tambahan mesin sewa sekitar 10 MW telah memperkuat kemampuan pasokan sehingga kebutuhan beban masyarakat dapat terpenuhi.

Arvy menambahkan, sebelumnya kemampuan daya sistem Manokwari hanya berkisar 37–39 MW tanpa dukungan pasokan PT Conch. Kini, dengan tambahan pembangkit, kapasitas daya mampu meningkat dan sistem berada dalam kondisi surplus.

Gangguan Eksternal Masih Berpotensi Picu Pemadaman

Meski pasokan listrik telah dinyatakan surplus, Arvy mengakui pemadaman di sejumlah wilayah masih berpotensi terjadi. Namun, gangguan tersebut tidak selalu berkaitan dengan kekurangan daya pembangkit.

Baca Juga :   Ubaid Anjas Dapat Dukungan Penuh Dari Komonitas Puan Wasile Selatan

Menurutnya, gangguan jaringan akibat pohon yang menyentuh kabel listrik, kondisi cuaca, maupun faktor eksternal lainnya masih dapat menyebabkan pemadaman di titik-titik tertentu.

Karena itu, PLN menegaskan bahwa kondisi surplus daya saat ini tidak berarti seluruh potensi gangguan telah hilang. Kesiapan jaringan distribusi dan faktor lingkungan tetap menjadi bagian penting dalam menjaga kontinuitas pelayanan listrik kepada masyarakat.

Dengan bertambahnya kapasitas pembangkit, PLN berharap pasokan listrik di Manokwari semakin andal, terutama dalam menghadapi peningkatan kebutuhan energi masyarakat serta aktivitas ekonomi di wilayah tersebut. (Red/*)

Pos terkait