Pesparawi XIV Teguhkan Kerukunan, Parade Budaya Jadi Simbol Persatuan Lintas Agama

Manokwari, kabartimur.com – Parade budaya dalam rangkaian Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV Tahun 2026 di Manokwari tidak hanya menghadirkan kemeriahan seni dan tradisi, tetapi juga menguatkan pesan persatuan, toleransi, dan moderasi beragama di tengah keberagaman Indonesia.

Semangat kebersamaan terlihat dari partisipasi masyarakat lintas agama yang turut memeriahkan kegiatan. Umat Kristen, umat Islam, serta pemeluk agama lainnya bersama-sama menyaksikan dan mendukung jalannya parade, menciptakan suasana persaudaraan yang hangat di sepanjang rute karnaval.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama, Jeane Marie Tulung, menilai parade budaya merupakan gambaran nyata kehidupan masyarakat Indonesia yang mampu menjaga harmoni di tengah perbedaan.

“Karnaval budaya ini menjadi cerminan nyata wajah Indonesia yang majemuk. Keberagaman budaya dan agama dapat berjalan beriringan dalam suasana yang harmonis, saling menghormati, dan memperkuat persaudaraan kebangsaan,” katanya.

Baca Juga :   HUT Pekabaran Injil GPKAI Ke-70, Majelis Daerah Indabri Gelar Pawai Karnaval

Menurut Jeane, Pesparawi tidak hanya menjadi ajang kompetisi paduan suara gerejawi, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan antardaerah sekaligus memperkuat komitmen menjaga kerukunan nasional.

Melalui parade budaya, setiap kontingen memperkenalkan identitas daerahnya tanpa menghilangkan semangat kebangsaan. Perbedaan budaya yang ditampilkan justru menjadi kekuatan yang memperlihatkan kokohnya persatuan Indonesia.

Sebagai tuan rumah, Manokwari menghadirkan ruang perjumpaan bagi masyarakat dari seluruh penjuru Tanah Air. Pesparawi Nasional XIV pun menjadi bukti bahwa keberagaman bukanlah sekat yang memisahkan, melainkan modal sosial untuk memperkuat persatuan, toleransi, dan nilai-nilai moderasi beragama di Indonesia.

Pos terkait