Peduli Bencana , DPD dan DPC M1R Maluku Salam Sarane Bersatu Manokwari Serahkan Bantuan Kepada Korban Banjir NTT

MANOKWARI- Organisasi M1R Maluku Salam Sarane DPD Propinsi papua barat dan DPC Manokwari Melakukan pengalangan dana dalam bentuk Kepedulian terhadap korban di Nusa Tenggara Timur( NTT) yang mengalami Bencana Banjir,dengan menyalurkan bantuan berupa uang tunai sebesar Rp.14.858. 900.

Bantuan tersebut langsung diserahkan di posko induk Peduli NTT oleh ketua DPD M1R Papua Barat, Maryo Noya kepada penanggungjawab Posko Peduli, Clinton Tallo, Senin 19 April 2021.

Meski tidak seberapa, pihaknya berharap, bantuan yang didonasikan bisa berguna dan meringankan beban para korban musibah banjir bandang di NTT.

“Kita Ikut berpartisipasi untuk donasi buat saudara-saudara di NTT dan donasi bisa terkumpul berkat kerjasama dari teman-teman M1R Salam Sarane Bersatu dalam penggalangan dana bersama komunitas musik yang tergabung dalam sanggar kipas budaya yang dilakukan di MCM beberapa hari lalu” ujar melco.

Pihaknya menyampaikan terimah kasih kepada masyarakat yang telah berkontribusi atas sumbangsih dalam penggalangan dana.

Baca Juga :   Bupati Manokwari Lantik 4 Pejabat Eselon ll

Pada kesempatan yamg sama, Argein Ferdinandus, selaku Wakil ketua DPD M1R Salam Sarane Bersatu Provinsi Papua barat menjelaskan bahwa tujuan penggalangan dana yakni sebagai bentuk solidaritas antar umat beragama dan suku nusantara lainnya yang ada di Manokwari untuk turut merasakan kedukaan yang dialami korban Banjir di NTT dan secara spontanitas ikut berdonasi.

“Apa yang kami berikan tidak sebesar dari apa yang diharapkan namun bantuan ini bisa meringankan beban dan bisa bermanfaat” ungkap Argein Ferdinandus.

Sementara, Penanggung Jawab Posko induk Peduli NTT, Clinton Tallo menyebut bahwa pada gelombang pertama pihaknya telah mengirim bantuan pakaian layak 1 kontener Kepada korban NTT dengan menggunakan Jasa Pelni dan sampai saat ini posko masih membuka donasi kepada masyarakat yang mau ikut berdonasi membantu meringankan beban yang dialami oleh korban di NTT.

” Saat ini kita masih membuka posko penerimaan bantuan dan belum menentukan waktu kapan ditutup” kata Clinton.

Baca Juga :   Serahkan Kendaraan Operasional Kampung, Bupati: Jangan Pakai Bolak-Balik Manokwari

Clinton mengatakan bahwa pihaknya akan bekerjasama dengan pemerintah melalui OPD teknis yakni BPBD provinsi Papua Barat untuk melakukan pengiriman di gelombang kedua.

Sementara Bantuan berupa uang tunai rencananya akan diserahkan langsung dan akan turun bersama Pemerintah Provinsi Papua Barat dan Bupati Manokwari bersama dengan sejumlah kepala-kepala Suku yang ada di Manokwari.

Clinton menyebut bahwa bantuan yang terkumpul di posko induk berasal dari semua warga suku Nusantara maupun denominasi gereja juga dari beberapa komunitas , dan perbankan dan BUMD.
Bantuan tersebut berupa pakaian layak pakai dan uang donasi yang terkumpul saat ini sebesar Rp.300 Juta.

Pihaknya berharap agar bantuan yang akan disalurkan nantinya bisa meringankan beban korban dan tepat sasaran.

Sebagaimana diketahui , Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan pembaruan (update) jumlah korban meninggal akibat banjir di Nusa Tenggara Timur (NTT) sebanyak 181 dan 48 yang hilang per Minggu (18/4).

Baca Juga :   Rakerwil Nasdem Papua Barat, Target 20 Persen Kursi Dari Setiap Kab/Kota

Jumlah itu merupakan angka akumulasi dari beberapa kabupaten dan kota di Nusa Tenggara Timur yang terdampak bencana itu.

Lebih rinci, korban yang meninggal di Flores Timur mencapai 72 orang. Sementara yang dua orang hilang, dan 76 mengalami luka-luka.

Di Kabupaten Alor tercatat ada 28 orang yang meninggal, 13 orang hilang dan korban luka-luka 25 orang. Kemudian di Kabupaten Kupang dilaporkan 12 orang meninggal,3 hilang dan 26 orang mengalami luka-luka.

Di Kabupaten Lembata tercatat ada 46 orang meninggal, 22 orang hilang dan 53 luka-luka. Di Malaka terdapat 11 orang yang meninggal akibatbanjirbandang tersebut.

Di Kabupaten Saibu Raijua ada orang yang tiga meninggal, dan tujuh hilang. Di Ende dan Rote Ndao tercatat satu orang meninggal. Lalu di Kota Kupang enam orang meninggal, satu hilang dan delapan lainnya luka-luka. (R)

Pos terkait