Pasang Seng Perdana Gereja Baru Jemaat Syaloom Wasior, Mambor : Umat Kristen Wondama Musti Bangga

WASIOR – Bupati Teluk Wondama Hendrik Mambor, Jumat (23/12/2022) melakukan pemasangan seng perdana gedung gereja baru jemaat GKI (Gereja Kristen Injili) Syaloom Wasior.

Ikut mendampingi, Wakil Bupati Andarias Kayukatuy, Anggota Badan Pekerja Sinode GKI di Tanah Papua Wilayah XII Pendeta Rosalie Wamafma, Ketua Klasis GKI Wondama Pendeta Antipas Paririe juga tokoh masyarakat setempat Melianus Suabey.

Gedung gereja baru Jemaat Syaloom Wasior yang berukuran 53 x 25 meter digadang-gadang menjadi salah satu gereja terbesar dan termegah di Tanah Papua.

Gereja yang dimulai dibangun pada 2 tahun lalu itu diperkirakan mampu memuat lebih dari 1.000 jemaat.

Meski belum sepenuhnya selesai, bupati meyakini gereja baru Jemaat Syaloom Wasior akan menjadi kebanggaan umat Kristen di Teluk Wondama. Sekaligus menjadi ikon rohani bagi kabupaten berjuluk Tanah Peradaban Orang Papua itu.

“Tadi saya masuk selain ada sukacita ada rasa terharu melihat bangunan yang sudah cukup megah.

Baca Juga :   Sanggar Tari Manai, Wakil Papua Barat Raih Penghargaan pada Parade Tari Nusantara

Semua warga GKI, warga jemaat, orang Kristen mesti bangga punya satu bangunan ibadah yang luar biasa megah di kabupaten Teluk Wondama. Ini akan menjadi ikon daerah, “ucap Mambor.

Dengan ukuran yang besar dan megah serta desain yang artistik, gereja baru Jemaat Syaloom dipersiapkan menjadi tempat pelaksanaan sidang Sinode GKI di Tanah Papua ke-19 pada 2027.

Bupati mengatakan, Pemkab Teluk Wondama akan mendukung pembangunan gereja baru tersebut hingga tuntas.

“Gereja baru Syaloom Wasior ini dipersiapkan untuk pelaksanaan Sidang Sinode GKI di Tanah Papua pada 2027. Nanti Sinode yang tentukan, tugas kita mempersiapkan. Karena itu pemerintah tetap memberikan dukungan sampai gereja ini selesai, “ucap Mambor.

Anggota Badan Pekerja Sinode GKI Wilayah XII Pendeta Rosalie Wamafma juga mengakui gereja baru Jemaat Syaloom Wasior bakal menjadi gereja termegah di Wondama.

Baca Juga :   Lantik 219 Pejabat Struktural, Mambor Pastikan Ada Evaluasi Kinerja Setiap Tiga Bulan

Sehingga gereja baru tersebut layak dipilih menjadi tuan rumah Sidang Sinode GKI pada 2027 nanti.

“Memang semua jemaat menginginkan menjadi tuan rumah. Pasti Sinode juga tahu ini pesta iman jadi dia akan bagi bagian ini secara baik sehingga semua jemaat ini merasakan suka cita dan berkatNya, “kata Pendeta Ros.

Terlepas dari itu, lanjut Pendeta Ros, kehadiran gereja baru yang besar dan megah juga menjadi indikator kemajuan pembangunan di Tanah Papua khususnya dalam bidang kerohanian.

“Karena Papua ke depan ditentukan juga oleh kemajuan Wondama. Dan pada 2027 (Sidang Sinode GKI ke-19) semua orang akan berpikir bagaimana membangun masa depan dari tempat ini, “ucap mantan Ketua Klasis GKI Wondama itu.

Ketua Panitia Pembangunan Remran Sinadia menjelaskan, gereja baru Jemaat Syaloom Wasior yang dikerjakan secara swadaya direncanakan selesai dalam waktu 5 tahun.

Namun nyatanya dalam kurun waktu 2 tahun 10 bulan realisasinya sudah mencapai 80 persen.
Terbukti dengan telah selesainya pemasangan rangka baja untuk atap sehingga bisa dilangsungkan pemasangan seng perdana oleh bupati.

Baca Juga :   Jalan Ini Jadi Kawasan Tertib Lalulintas Pertama di Wondama, Pengendara Wajib Patuhi Aturan Lalu Lintas dan Prokes

Karena itu panitia meyakini pembangunan bisa selesai lebih cepat. Dengan progres pekerjaan yang relatif cepat itu, pihaknya juga menyatakan siap untuk menjadi tuan rumah pelaksanaan Sidang Sinode GKI ke-19 pada 2027.

“Kita siap jadi tuan rumah. Tidak jadipun tidak apa-apa. Tapi jangan sampai nanti menyesal karena gereja ini nanti jadi bagus, “ujar Remran.

Untuk diketahui, selain bangunan utama yang bisa menampung 1.000 jemaat , gedung gereja baru Syaloom Wasior juga memiliki  balkon dengan ukuran 12 x 15 meter yang bisa menampung 200 orang.

Gereja baru itu  juga memiliki basement dengan ukuran 43 x 11 meter yang bisa difungsikan sebagai aula, kantor maupun tempat parkir. (Nday)

Pos terkait