Kisah Guru Honor SLB Rela Menanggung Beban Siswa di Penampungan Ditengah Upah Honor Yang Belum Pasti

  • Whatsapp

SORONG- Ditengah Pandemi Corona Virus Disease Covid19 Guru Honor yang mengabdi di sekolah luar biasa (SLB) Kabupaten Sorong Papua Barat yang berpola Asrama menanggung beban yang cukup berat.

Mereka berjibaku memikirkan kebutuhan makan bersama dengan siswa-siswi yang berkekurangan fisik dan mental sejak daerah itu mulai menetapkan tanggap darurat bencana non alam.

“Total siswa-siswi yang belajar di SLB Kabupaten Sorong ini 20 orang, namun sebagian besar di pulangkan ke orang tua mereka kini tersisa 6 anak bersama kami” Kata Elviana Parera pendamping siswa yang juga merupakan guru Honorer di SLB Kabupaten Sorong.

Ia mengisahkan, rasa pilu mendalam ketika persediaan sembako kian hari mulai menipis, sementara upah sebagai Guru Honorer hingga saat ini belum ada kepastian dari pengambil kebijakan.

“Persediaan sembako di asrama sudah menipis, kami bingung harus bagaimana sebab upah honor juga belum pasti kami terima kapan” tutur Elviana.

Penantian selalu mereka harapkan dikala janji pemberian sembako dari Dinas Sosial di Kabupaten Sorong belum kunjung tiba asrama sekolah anak-anak yang berkekurangan itu, beruntung sedikit berkat dari beberapa kalangan untuk sekedar meringankan beban.

“Sembako dari Dinas Sosial Kabupaten Sorong untuk tahun ini agak terlambat, mungkin masih dibagikan kepada masyarakat” katanya.

Mengenai upah para tenaga honorer yang belum pasti, awalnya di bebankan pembayaran melalui dana bantuan operasional sekolah BOS, namun dana tersebut belum juga dicairkan.

“Kami awalnya mendapat gaji yang dibayar dari Dinas Pendidikan Provinsi, namun sejak Tahun 2020 ini kami sudah tidak tau masuk dalam tanggungan pihak mana” ungkapnya.

Kini Elvira Parera dengan beberapa rekannya dan anak-anak yang secara fisik tidak seperti anak lain pada umumnya hanya bisa berharap uluran kebaikan dari pihak yang dermawan demi mengisi kehidupan yang berlanjut ditengah wabah virus yang mematikan. (AD)

Pos terkait