Jejak Perjalanan ke Pegaf Disorot, Keluarga Yanto Idorway Minta Dugaan Perencanaan Diusut

MANOKWARI, Kabartimur.com— Rangkaian perjalanan menuju Pegunungan Arfak (Pegaf) sebelum kematian Yanto Idorway kini menjadi salah satu bagian penting yang diminta keluarga untuk diusut secara mendalam. Nama Desty dan Petra, sebuah kamar penginapan, hingga komunikasi melalui Instagram menjadi sejumlah petunjuk yang dinilai perlu ditelusuri penyidik.

Keluarga menduga, perjalanan tersebut tidak dapat dipandang sebagai aktivitas biasa sebelum seluruh hubungan, komunikasi, dan peran masing-masing pihak diperiksa secara menyeluruh. Mereka mempertanyakan kemungkinan adanya perencanaan maupun keterlibatan pihak lain di balik perjalanan yang berujung pada kematian Yanto.

Koordinator Tim Kuasa Hukum Keluarga Idorway, Yan Cristian Warinusy, S.H., mengatakan terdapat sejumlah mata rantai peristiwa sebelum keberangkatan menuju Pegaf yang masih menyisakan pertanyaan dan perlu dibuka oleh penyidik.

Berdasarkan keterangan saksi bernama Iren, kronologi bermula pada Jumat pagi, 17 Juli 2026. Saat itu, Desty disebut mendatangi rumah Iren di Kompleks Perumahan Amban Permai (AMPER), Kelurahan Amban, Manokwari.

Baca Juga :   Perpanjangan Runway Bandar Udara Rendani Menjadi 2300 Meter

Dalam pertemuan tersebut, Desty meminta izin menggunakan kamar nomor 14 di Penginapan Otawar, Manokwari Selatan. Ia menyampaikan rencana perjalanan menuju Pegunungan Arfak bersama seorang rekannya.

Setelah itu, Desty disebut bergerak menggunakan sepeda motor menuju kawasan Sanggeng, tepatnya di depan Puskesmas Sanggeng, untuk menjemput Petra. Perjalanan kemudian dilanjutkan ke kawasan Sowi guna menjemput Yanto.

Ketiganya selanjutnya disebut menuju Penginapan Otawar.

Komunikasi Instagram Jadi Bagian yang Dipertanyakan

Selain rangkaian penjemputan, keluarga juga menyoroti percakapan antara Desty dan Yanto melalui Instagram sebelum keberangkatan.

Dalam komunikasi tersebut, Desty menanyakan waktu keberangkatan menuju Pegaf. Yanto menjawab agar menunggu karena dirinya masih menyelesaikan pekerjaan.

Yanto kemudian menanyakan siapa saja yang akan ikut dalam perjalanan tersebut. Desty menyebut akan bersama seorang kawan. Yanto selanjutnya meminta nomor kontak orang yang dimaksud agar dapat berkomunikasi secara langsung.

Percakapan ini memunculkan sejumlah pertanyaan yang dinilai penting untuk dijawab melalui proses penyidikan. Siapa sebenarnya sosok kawan yang dimaksud Desty? Apa peran Petra dalam rangkaian perjalanan tersebut? Mengapa dilakukan penjemputan terhadap sejumlah orang sebelum menuju penginapan dan melanjutkan perjalanan ke Pegaf?

Baca Juga :   Si Gigi Tajam & Si Mata Belo di Kantor Disbudpar Belitung Timur

Bagi keluarga, seluruh rangkaian komunikasi dan pergerakan tersebut perlu diperiksa untuk memastikan apakah terdapat hubungan atau kesepakatan tertentu sebelum peristiwa yang menyebabkan Yanto meninggal dunia.

Yan Cristian Warinusy meminta penyidik tidak hanya memusatkan pemeriksaan pada orang-orang yang berada di lokasi kejadian, tetapi juga menelusuri seluruh rangkaian peristiwa sebelum keberangkatan.

“Jangan hanya berhenti pada siapa yang berada di lokasi kejadian. Penyidik harus membuka seluruh rangkaian peristiwa sebelumnya. Siapa yang berkomunikasi, siapa yang mengatur perjalanan, siapa yang terlibat, dan apakah ada pihak lain yang mengendalikan rangkaian tersebut,” kata Yan.

Menurut dia, pemeriksaan perlu mencakup komunikasi antarpihak, hubungan masing-masing orang, pergerakan sebelum keberangkatan, serta kemungkinan adanya pihak lain yang memiliki peran dalam rangkaian peristiwa tersebut.

Keluarga Minta Semua Mata Rantai Peristiwa Dibuka

Keluarga Idorway menilai kematian Yanto tidak cukup diungkap hanya dengan menjelaskan siapa yang berada di tempat kejadian. Lebih dari itu, mereka ingin mengetahui apakah terdapat tindakan yang telah direncanakan sebelumnya dan apakah ada pihak lain yang turut berperan.

Baca Juga :   Jelang Idulfitri, Pertamina Papua-Maluku Pastikan Stok Energi Aman dan Layanan Siaga

Karena itu, dugaan tersebut harus diuji melalui penelusuran bukti komunikasi digital, pemeriksaan saksi, rekonstruksi, serta alat bukti lain yang sah menurut hukum.

Kini, keluarga menunggu penyidik mengurai seluruh fakta secara utuh. Sebab, perjalanan menuju Pegaf mungkin hanya satu bagian dari perkara, tetapi rangkaian peristiwa sebelum keberangkatan dapat menjadi pintu masuk untuk menelusuri motif, hubungan, dan kemungkinan peran masing-masing pihak.

Pertanyaan yang ingin dijawab keluarga tetap mendasar: apakah kematian Yanto merupakan peristiwa spontan, atau terdapat rangkaian tindakan yang telah dipersiapkan sebelumnya?

Jawaban atas pertanyaan itu sepenuhnya harus dibuktikan melalui proses penyidikan yang profesional, objektif, dan transparan. (*)

Pos terkait