Jadi Komunitas Adat Terbesar di Wondama, Bupati Auri Ingin Marga Marani Jadi Mitra Strategis Pemda

WASIOR, Kabartimur.com – Bupati Teluk Wondama, Papua Barat Elysa Auri mengharapkan keluarga besar marga Marani di Wondama yang tergabung dalam Usapui Marga Marani menjadi mitra strategis Pemerintah Daerah dalam pelaksananaan pembangunan terutama dalam hal pelestarian budaya dan adat istiadat.

                  Pesan itu disampaikan bupati pada saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-1 Usapui Marga Marani Kabupaten Teluk Wondama, Selasa (27/10) di Kantor Dewan Adat Papua (DAP) Daerah Wondama di Iriati, Wasior.

                  “Kedua, mengawal hak-hak adat secara bijaksana demi kesejahteraan bersama. Ketiga, menjadi teladan bagi generasi muda dalam merawat pelestarian budaya, etika dan gotong royong, “kata Auri.

                  Bupati juga mengharapkan keluarga besar marga Marani ikut berperan menopang pelaksanaan kebijakan baru pembangunan Pendidikan Wondama yang mengusung filosofi ‘Membangun Peradaban dari Rumah, Setiap Rumah adalah Sekolah dan Setiap Orang adalah Guru.

Baca Juga :   Pesan Hari Pahlawan Eks Pejuang Trikora Yohan Nelwan untuk Anak Muda Wondama

                  Kebijakan baru tersebut telah dideklarasikan bersama oleh Pemkab Teluk Wondama bersama dengan DAP juga pihak gereja pada perayaan peringatan 101 tahun Peradaban Pendidikan di Tanah Papua, 25 Oktober 2026 lalu di Lapangan Aitumeiri di Miei, Wasior.

                  “Dalam konteks itu, maka setiap marga Marani adalah sekolah dengan menanamkan Pendidikan karakter dan nilai-nilai kebaikan yang diajarkan dan ditanamkan mulai dari dalam keluarga.

Selanjutnya para sesepuh, para orang tua dan para pemuda Marga Marani yang sudah menempuh pendidikan menjadi teladan bagi yang lebih muda, “lanjut Auri.

Marga Marani sendiri merupakan kelompok masyarakat asli Teluk Wondama dengan populasi terbesar.

DAP Daerah Wondama mencatat marga Marani selalu ada dan tersebar hampir semua wilayah adat yang mencakup 13 Distrik dan 76 Kampung di Kabupaten Teluk Wondama mulai dari pedalaman, semenanjung, pesisir hingga kepulauan.

Baca Juga :   Apresiasi Festival Pulau Roon, DPRD : Bangun Pariwisata Harus Keroyokan

Ketua DAP Daerah Wondama Adrian Worengga mengharapkan, melalui Mubes Usapui Marga Marani, selain untuk pembentukan badan pengurus Dewan Adat Marga, akan bisa diketahui bagaimana asal usul maupun silsilah dari semua keluarga besar Marani yang mendiami berbagai wilayah di Teluk Wondama.

“Marga Marani adalah marga terbesar di Kabupaten Teluk Wondama bahkan sampai di Serui (Provinsi Papua). Hari ini akan menentukan keluarga mana yang akan menjadi ‘mambri’ (pemimpin) yang jadi pohon untuk melindungi semua marga marani yang lainnya supaya bisa menjadi satu kekuatan besar di Teluk Wondama, “kata Worengga.

Turut hadir dalam pembukaan Musbes Usapai Marga Marani, Wakil Bupati Teluk Wondama yang juga bagian keluarga Marani, Anthonius Alex Marani, Sekda Aser Waroi serta Wakil Ketua III DPRK Wondama Amos Waropen bersama dengan anggota DPRK dari Fraksi Kelompok Khusus. (Nday)

Baca Juga :   PEDA KTNA di Bintuni, Wondama Siapkan Hotong dan Jus Buah Bobo Jadi Produk Unggulan

Pos terkait