WASIOR, Kabartimur.com – Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat bersama DPR Kabupaten (DPRK) angkat bicara terkait kelangkaan BBM (bahan bakar minyak) khususnya pertalite di kota Wasior dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir ini.
Kepala Dinas Perindagkop dan UMKM Ekbertson Karubuy menjelaskan kelangkaan BBM terjadi karena kapal pengangkut BBM dari Manokwari ke Wondama belum bisa berlayar lantaran pihak transportir terlambat mengurus perpanjangan izin berlayar.
“Kelangkaan ini terjadi penyebabnya keterlambatan kapal karena transportir terlambat mengurus izin berlayar kapal dan juga stok bulan Oktober tiga hari ke depan baru tiba, “jelas Ekber.
Hal itu disampaikan usai pihaknya bersama Anggota DPRK Teluk Wondama dari Komisi B, aparat kepolisian serta Kodim 1811 melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah agen dan pengecer BBM di kota Wasior, Selasa siang.
Selain itu, lanjut Ekber, kelangkaan juga disebabkan stok pertalite kuota bulan September yang masuk ke Wondama pada 7 Oktober rupanya habis lebih awal. Awalnya diyakini stok yang ada bisa bertahan sampai kuota bulan Oktober masuk.
Namun ternyata, Ekber mengklaim, adanya isu yang berkembang bahwa bakal terjadi kelangkaan membuat banyak warga membeli BBM dalam jumlah banyak sehingga stok yang tersisa di pengecer langsung habis.
“Dan tadi kami sudah lakukan sidak dan memang stok di SPBU (agen) maupun pengecer semua kosong, “terang Ekber.
Sementara itu, DPRK Teluk Wondama menyayangkan kelangkaan BBM yang disebabkan keterlambatan pengurusan izin berlayar kapal pengangkut oleh pihak transportir.
Wakil Ketua Komisi B Rusman Latief menilai izin berlayar merupakan persoalan administrasi yang seharusnya sudah dibereskan pihak tranportir sebelum masa berlakunya habis.
“Soal keterlambatan transportir itu sebenarnya disebabkan faktor-faktor yang sebenarnya tidak perlu, termasuk masalah administrasi perizinan kapal, pelayaran nah ini ndak perlu lagi karena sudah menjadi bagian dari persyaratan untuk berlayar,” ujar Rusman.
Pihaknya menegaskan agar kejadian seperti itu tidak lagi terjadi di waktu-waktu mendatang. Untuk itu Rusman berharap komunikasi dan koordinasi lintas sektor terkait urusan BBM perlu terus terbangun dengan baik sehingga setiap permasalahan maupun kendala yang akan muncul dapat diantisipasi lebih awal.
“Koordinasi dan komunikasi antar semua stakeholder harus terbangun dengan baik untuk sama-sama mengawasi penyaluran BBM sehingga apa yang menjadi harapan masyarakat untuk bisa menikmati BBM dengan harga yang terjangkau, “ujar politisi Partai Kebangkitan Bangsa yang dalam Sidak itu didampingi Anggota Komisi B, Yunus Sumuai dan Kristin Sayori.
Sudah Pengisian
Terkait kapan pasokan BBM masuk ke Wondama, Ekber mengatakan pihaknya sudah mendapatkan konfirmasi dari pihak transportir bahwa pasokan BBM akan segera masuk di Wondama dalam beberapa hari ke depan.
“Kapal lagi pengisian rencana besok (Rabu) atau lusa (Kamis) sudah keluar dari Manokwari, “kata Ekber.
Dia berharap baik agen maupun pengecer BBM di Wondama mematuhi semua ketentuan dan aturan main terkait penyaluran BBM agar BBM bersubsidi yang masuk benar-benar tersalur dengan baik dan tepat sasaran.
“Harapan kami semua instansi terkait ada kerjasama baik, juga antara SPBU dengan transportir supaya bisa mengantisipasi keadaan, dan kami berharap SPBU harus menaati aturan BPH Migas karena kelangkaan ini terjadi juga karena ketidaktaatan dari mereka, “imbuh dia. (Nday)







