HUT ke-70 GKI di Tanah Papua: Sinode Serukan Kembali kepada Injil, Bupati Auri Gaungkan Rumah Jadi Fondasi Peradaban

WASIOR, Kabartimur.com– Badan Pekerja Sinode Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua menyerukan kepada umat GKI agar senantiasa menjadikan semangat Injil sebagai landasan dalam bersikap dan berperilaku maupun dalam kehidupan sosial sebagai warga masyarakat.

                  Seruan itu disampaikan Wakil Ketua Sinode GKI di Tanah Papua Pendeta Gustaf Wutoy di hadapan ratusan jemaat GKI pada ibadah syukur perayaan ulang tahun ke-70 GKI di Tanah Papua di Lapangan Aitumeiri, Miei di Wasior Kabupaten Teluk Wondama, Senin, 26 Oktober 2026.

“Injil bisa tembus pluralitas. Injil tidak melihat perbedaan. Injil menembus keberagaman budaya dan bahasa. Injil menembus perbedaan yang tidak bisa disatukan. Di Papua saja kitong sudah 250 suku dengan ratusan bahasa, itu saja sudah berbeda.

Datang lagi saudara-saudara kita dengan beragam model, beragam bahasa. Hanya Injil yang bisa menyatukan. Karena itu jemaat jangan lupa dengan Injil, “pesan Pendeta Wutoy.

Baca Juga :   Dinas Perikanan Wondama Siapkan 25 Nelayan Lokal untuk Penerapan E-Logbook Penangkapan Ikan

Selain umat GKI, menurut Pendeta Wutoy, semangat Injil juga harus menjadi landasan bagi setiap orang yang hidup dan bekerja di tanah Papua meskipun sebagai pemeluk agama Kristen.

“Injil tidak suruh kau masuk Kristen, tetapi Injil memastikan bahwa Yesus yang diberitakan dalam Injil, cara ia bekerja, cara ia melayani cara dia menyelamatkan harus menjadi cara, prototipe, model bagi orang yang bekerja di atas tanah Papua, “ucap Pendeta Wutoy.

Keluarga Jadi Fondasi Peradaban

Sementara itu Bupati Teluk Wondama Elysa Auri dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga kebersamaan antara pemerintah, adat dan gereja menjadi kekuatan utama untuk menopang rumah besar GKI di Tanah Papua.

Namun Auri mengingatkan bahwa sinergi antara pemerintah, adat dan gereja akan menemukan akar kekuatannya ketika dia bermuara pada unit kecil namun paling menentukan yaitu keluarga.

Baca Juga :   BBM Sering Langka di Wondama, DPRD Sinyalir ada Permainan, Minta Dinas Perketat Pengawasan

Sebab kata bupati, dari sanalah fondasi peradaban baru orang Papua diletakkan. Di rumahlah karakter dan etika manusia dibentuk serta kasih sayang diberikan tanpa syarat.

Bupati ingin filosofi pembangunan baru Wondama menuju abad kedua peradaban Papua yakni setiap rumah adalah sekolah dan setiap orang adalah guru yang telah dideklarasikan pada peringatan 101 tahun peradaban pendidikan di Tanah Papua, 25 Oktober 2026 bisa tumbuh menjadi spirit baru dalam kehidupan jemaat GKI di Tanah Papua.

“Di dalam rumah setiap percakapan adalah pelajaran dan setiap teladan orang tua adalah kurikulum kasih yang sesungguhnya, “ucap bupati.

                  Lebih lanjut Auri bicara perihal perjalanan GKI di Tanah Papua yang kini telah memasuki usia ke-70 tahun. Menurutnya, GKI telah tumbuh bukan hanya sebagai organisasi gereja.

“Melainkan sebagai ibu yang melahirkan peradaban, yang menyusui anak-anak tanah Papua dengan air susu kebenaran dan membesarkan generasi Papua dengan Injil yang memerdekakan, “ujar orang nomor satu Wondama itu. (Nday)

Baca Juga :   Kunjungi Wasior, Panglima Koarmada III Pastikan Pengukuhan KRI Teluk Wondama Dilakukan di Wasior

Pos terkait