Hilang Misterius, Sumiati Simanullang Ditemukan Tidak Bernyawa, Tidak Jauh Dari Rumahnya

  • Whatsapp

MANOKWARI- Sumiati Simanullang Wanita 34 Tahun berkulit sawo matang yang keseharian bekerja sebagai Tenaga Honorer di Dinas Kesehatan Manokwari dikabarkan hilang sejak Selasa 3 Maret 2020 lalu, secara mengejutkan Ia ditemukan di semak rerumputan dekat kompleks Perumahan Markas Brimob tidak jauh dari sebuah kendaraan roda dua yang diduga miliknya.

Ironisnya Jasad Ibu dua orang Anak yang hilang berdasarkan edaran pemberitahuan kehilangan yang disebarkan melalui sosial media itu ditemukan tidak jauh dari Rumahnya yang terletak di kawasan perumahan Mako Brimob, Sowi Gunung.

Sumiati ditemukan pada Sabtu 7 Maret sekitar pukul 17. 00 Wit, saat itu kemudian berdasarkan laporan Masyarakat Kepolisian Resort Manokwari mendatangi Tempat kejadian perkara TKP, dilakukan olah tkp hingga sekitar pukul 20.00 wit kemudian di bawah ke kamar jenazah rumah sakit umum Manokwari.

Kepolisian hingga saat ini terus melakukan penyelidikan, mereka belum memberikan keterangan resmi musabab penemuan mayat yang diketahui adalah Sumiati Simanullang.

Kepala Satuan Reserse Kriminal AKP. Musa Jedi Permana dan juga Kapolres Manokwari AKBP. Dedy Faury Millewa hingga saat ini belum memberikan keterangan resmi soal penyelidikan awal, meski telah di konfirmasi melalui pesan singkat Wahtsaap.

“Ia ada penemuan Mayat, namun keterangan. Resmi kami masih menunggu Informasi dari Kapolres” Kata Kepala Bidang Humas Polda Papua Barat, AKBP. Mathias Krey saat dikonfirmasi Sabtu 7 Maret 2020 kemarin.

Sementara Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari memberikan apresiasi kepada Kapolres Manokwari dan Jajaranya

“Sebagai Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari, saya memberi apresiasi tinggi kepada Kapolres Manokwari dan jajaran reserse kriminal (reskrim) yang berhasil menemukan dan bisa mengungkap penemuan mayat korban Sumiati Manullang” Kata Yan Christian Warinussy Minggu 8 Maret 2020

Menurut dia, Ini merupakan langkah positif awal dalam mengungkap lebih lanjut kasus tersebut, guna menemukan terduga pelaku yang terlibat dalam kematian korban serta motifnya.

“Dalam teori hukum pidan, aspek penting yang dilakukan adalah mengungkap jasad siapakan yang sesungguhnya ada pada mayat/jenasah tersebut. Karena di awal penemuan, kita mendengar keterangan Kasat Reskrim Polres Manokwari, AKP Musa Jedi Permana mengatakan kalau jenasah korban sudah rusak dan sulit dikenal.” Kata Yan Christian Watinussy

Tapi menurut dia, dari sisi ilmu kriminologi dan kedokteran forensik, sesungguhnya ada ciri-ciri fisik korban yang dapat dikenali oleh orang dekat atau keluarganya, sehingga dapat diperoleh kesimpulan mengenai siapa jasad mayat tersebut.

“Dengan demikian kini Polisi memiliki tugas berikut untuk mengungkap siapa-siapa yang terlibat dalam kasus kematian almarhumah Sumiati Manullang tersebut.” ujarnya

Kematian korban Sumiati Manullang yang tepat terjadi di saat Dunia temgah memperingati Women International Day (Hari Perempuan Internasional) 8 Maret 2020, sesungguhnya menjadi motivasi bahkan desakan khusus bagi Kapolres Manokwari dan jajarannya untuk mengungkap kasus tersebut.

“Saya ikut mendesak Kapolres Manokwari untuk menggunakan segenap sumber daya yang dimiliki sesuai kewenangan hukumnya di dalam UU RI No.8 Tahunn1981 Tentang KUHAP untuk mengungkap kasus ini. Sekaligus menemukan terduga pelaku penganiayaan berujung kematian korban Sumiati Manullang dan motif yang melatar belakanginya.” tegas Peraih Penghargaan Internasional di Bidang HAM “John Humphrey Freedom Award” Tahun 2005 di Canada itu. (AD)

Pos terkait