Tokoh Adat Papua Barat Tagih Janji Jokowi Soal Pemekaran

  • Whatsapp

MANOKWARI- Sejumlah Tokoh Adat di Papua Barat kembali menagih janji Presiden Joko Widodo pasca Insiden 19 Agustus 2019 lalu dimana gejolak Orang Papua memprotes masalah rasis. Dihadapan sekitar 60 lebih Tokoh Papua yang hadir di Istana, Mereka dijanjikan membuka ruang pemekaran.

Sejumlah Daerah telah mempersiapkan diri menuju pemekaran yang di janjikan, sebut saja Papua Barat Daya di Provinsi Papua Barat, kemudian ada beberapa Kabupaten dan Kota seperti Perjuangan Daerah Otonom Baru di Kokas Fakfak, DOB Kota Madya Manokwari.

Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan saat ditemui Sabtu 7 Maret 2020 kemarin mengatakan, sedari awal sejak ia menjadi Bupati Manokwari, Pemekaran Daerah itu merupakan aspirasi masyarakat sehingga berhasil memekarkan beberapa Kabupaten seperti Bintuni, Wondama, Manokwari Selatan dan Pegunungan Arfak.

“Ada juga agenda pemekaran di Wilayah termasuk Papua Barat Daya dan beberapa Kabupaten Kota di Papua Barat kita dukung itu” Kata Gubernur Dominggus Mandacan

Sementara Raja Weartuar-Kokas, Haji Musa Heremba yang juga salah satu tokoh Papua yang turut hadir di Istana Negara kala bertemu Jokowi bersama 61 Tokoh Papua saat itu mengatakan, hingga saat ini ia tetap menanti janji Presiden tentang pemekaran di sejumlah Daerah di Papua Barat.

“Saya saat itu termasuk salah satu diantara 61 tokoh Papua yang hadir ke Istana, Presiden menjanjikan Pemekaran dibuka khusus di wilayah Papua dan Papua Barat” Kata Musa Heremba Minggu 8 Maret 2020.

Musa mengatakan, saat ini di Kabupaten Fakfak sejumlah tokoh Masyarakat, pemuda, tokoh adat dan tokoh perempuan didukung oleh Pemerintah Kabupaten Fakfak dan Gubernur Papua telah menyiapkan Calon Daerah Otonom Baru Kokas, persiapan dari pemberkasan hingga batas wilayah dan pembebasan lahan sudah dilakukan tinggal menunggu keputusan Pemerintah Pusat.

“Yang kami nantikan saat ini adalah keputusan atas janji Presiden untuk pemekaran di Daerah dan Wilayah kami”harapnya. (AD)

Pos terkait