Hari Malaria Sedunia, Tingkat Provinsi Papua Barat Tahun 2022, Bupati Manokwari Launcing GEMARI

MANOKWARI, kabartimur.com- Hari Malaria sedunia provinsi Papua Barat Bupati Manokwari Launching GEMARI (Gerakan Percepatan Eliminasi Manokwari)
Sekaligus mendeglarasikan dan melakukan penandatanganan komitmen bersama bahwa tahun 2027 Manokwari Bebas Malaria.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Halaman Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari (Gedung ex. PLKB Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kabupaten Manokwari) Senin , (25/4/2022) yang dihadiri oleh kepala dinas kesehatan Provinsi Papua barat, perwakilan kesehatan RI, KKP dan sejumlah kader malaria dari beberapa kampung yang ada di Manokwari.

Bacaan Lainnya

Sebagaimana diketahui bahwa setiap tanggal 25 April diperingati sebagai Hari Malaria Sedunia. Pada tahun 2022, WHO (World Health Organization) atau Badan Kesehatan Dunia mengangkat tema global berupa “Harness innovation to reduce the malaria disease burden and save lives” atau “Memanfaatkan inovasi untuk mengurangi beban penyakit malaria dan menyelamatkan nyawa”.

Sementara tema Nasional yaitu “Ciptakan Inovasi Capai Eliminasi, Wujudkan Indonesia Bebas Malaria”, dan provinsi Papua Barat mengambil tema “Ciptakan inovasi untuk menurunkan kasus dan kematian karena malaria”.

Baca Juga :   Gawat ! Dalam 2 Hari Covid19 di Wondama Bertambah 18 Kasus Baru, Kasus Aktif Jadi 34 Orang

Tema HMS ini memuat pesan dan mengingatkan kita bahwa malaria masih menjadi masalah dan memerlukan komitmen dan kreativitas kita mewujudkan dunia, Indonesia, Papua Barat, dan Manokwari Bebas Malaria.

Kepala dinas kesehatan Kabupaten Manokwari, Dr Alfred Bandaso menyampaikan bahwal dalam rangka HMS 2022 ini pihaknya telah melakukan serangkain kegiatan yaitu Melakukan kegiatan intevensi malaria di Kampung persiapan Petrus Kafiar Kelurahan Amban, Distrik Manokwari Barat kerja sama dengan oraganisasi profesi PATELKI, IDI, HAKLI, Puskesmas Amban, Kelurahan Amban dan Dinas Kesehatan Kabupaten dan Provinsi, yang telah dilaksanakan pada Selasa, tanggal 19 April 2022 dengan kegiatan pemeriksaan darah malaria oleh anggota Persatuan Ahli Teknologi di laborotorium Medik Indonesia (PATELKI) Kabupaten Manokwari.

Selain itu, dilakukan Pengobatan massal, dengan dukungan dokter Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Manokwari , Pembagian kelambu berinsektisida oleh Puskesmas Amban, Penyemprotan rumah (indoor residual spraying/IRS), penyuluhan malaria kepada masyarakate dan pemetaan jentik oleh HAKLI.

Bandaso menambahkan terkait adanya kegiatan pelaksanakan Lomba Mikroskopis untuk tenaga mikroskopis malaria oleh anggota Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia (PATELKI) Kabupaten Manokwari yang dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 20 April 2022 betempat di Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari.

Serta Melakukan penilaian Kampung Bebas Malaria bagi kampung yang sudah 3 tahun berturut-turut tidak ditemukan kasus malaria dan Kampung Bebas Penularan Malaria untuk kampung yang dalam 1 tahun berjalan tidak ditemukan penularan malaria sesuai kebijakan program Bebas Malaria Kampung atau Bela Kampung.

Baca Juga :   Diduga Bocah 7 Tahun Alami Pelecehan Seksual, Warga Sanggeng Palang Jalan

“Dan pada hari ini kita melaksanakan kegiatan puncak Peringatan Hari Malaria Sedunia (HMS) tingkat Provinsi Papua Barat Tahun 2022 dan Launching Gerakan Percepatan Eliminasi Malaria Manokwari (GEMARI) yang merupakakan implementasi dari Peraturan Bupati Manokwari Nomor 57 Tahun 2022 Tentang Eliminasi Malaria dan Keputusan Bupati Manokwari Nomor 443.4/180/11/2022 Tentang Pembentukan Pusat Pengendali Malaria Kabupaten Manokwari” terang Bandaso.

Usai melakukan launching Program Inovasi GEMARI (Gerakan Percepatan Eliminasi Malaria Manokari), Bupati dan undangan meninjau ruangan Sekretariat sementara GEMARI untuk melihat kegiatan dan progres pengendalian malaria di Manokwari.

Di sana diperlihatkan kondisi kasus malaria dari 2009 sampai dengan saat ini, rencana kegiatan Gemari, melihat langsung plasmodium malaria secara bersama-sama dengan mikroskop teaching dan melihat jenis nyamuk yang menularkan malaria dengan mikroskop sterio, kader malaria yang melakukan pengobatan serta upaya promosi kesehatan.

Sementara itu, Bupati Manokwari Hermus Indou dalam sambutannya mengatakan Hari Malaria Sedunia (HMS) ini harus harus menjadi momen untuk dapat mendorong Gerakan Eliminasi Malaria ini.

Baca Juga :   Eliminasi Malaria 2024, PtPS Gelar Sosialisasi Kebijakan dan Pengendalian Malaria di Manokwari

“Peringatan HMS tahun 2022 ini kita jadikan sebagai momentum untuk Kembali mengedukasi, mengubah perilaku, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menegah dan mengontrol penularan malaria”, ujarnya.

Bupati berharap GEMARI benar-benar produktif dan efektif dan bergandengan tangan mewujudkan Kabupaten Manokwari menjadi pusat peradaban di Tanah Papua.

Pada kesempatan yang sama Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat Otto Parorrongan, mengatakan Malaria masih menjadi masalah Kesehatan yang menyebabkan banyak kerugiah bahkan kematian. Pada 6 Desember 2021 diperkirakan ada sebanyak 14 juta kasus malaria dan 47 ribu kematian pada tahun 2020.

“Di Papua Barat kasus malaria masih tergolong endemis tinggi. Tahun 2021, Papua Barat dilaporkan terdapat 7.628 kasus dimana 4.169 (56%) berasal dari Kabupaten Manokwari. Pemerintah menargetkan eliminasi malaria pada tahun 2030, ditandai dengan tidak adanya penularan malaria di wilayah tersebut selama 3 tahun berturut-turut”, tuturnya.

Diketahui,untuk Papua Barat Gubernur menargetkan eliminasi malaria pada tahun 2027 sehingga mulai dari 2025 tidak boleh di dapati penularan malaria lagi. (Red)

Pos terkait