Hari Ke-10 TMMD Kampung Yabore, Sasaran Fisik Sudah Capai 30 Persen

WASIOR, Kabartimur.com Memasuki hari ke-10 TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-120 Tahun 2024 di Kampung Yabore, Distrik Naikere Kabupaten Teluk Wondama, Jumat (17/5), secara umum progres sasaran fisik telah mencapai 30 persen.

“Progres pada sasaran fisik TMMD telah mencapai 30 persen dan sesuai dengan jadwal yang direncanakan,” kata Komandan SSK Satgas TMMD dari Kodim 1811/Teluk Wondama Letda Inf Alfrun.

Salah satu sasaran fisik yang progresnya telah mencapai 30 persen adalah pembuatan jembatan masuk ke gedung Gereja Kristen Injili (GKI) di Kampung Yabore.

Jembatan yang awalnya terbuat dari kayu diganti dengan konstruksi beton dengan menggunakan model plat duiker.

Jembatan tersebut menjadi satu-satunya akses menuju gereja GKI di Kampung Yabore. Jembatan dari kayu itu kondisinya sudah lapuk dan miring sebelah.

Selain membuat jembatan beton, Satgas TMMD juga membangun saluran drainase di bawah jembatan yang sebelumnya tidak terurus.

Baca Juga :   Polres Enrekang Galang Dana Untuk Korban Gempa dan Tsunami di Palu dan Donggala

“Pembuatan jembatan beton dan parit di depan gereja ini bertujuan untuk memberikan akses yang aman bagi warga yang akan beribadah sekaligus memperbaiki saluran air di bawahnya,” jelas Alfrun.

Adapun selain pembangunan jembatan masuk ke gereja, Satgas TMMD juga membuat rabat beton untuk jalan kampung sepanjang 427 meter. Serta membangun tiga unit rumah layak huni, sumur bor untuk air bersih tiga titik serta merehabilitasi Balai Kampung Yabore.

Menurut Letda Afrun, progres yang dicapai merupakan hasil kerja sama yang baik antara anggota Satgas dan masyarakat setempat dalam mengerjakan setiap titik sasaran TMMD.

“Tahap demi tahap pengerjaannya, sudah terlihat hasilnya, ini semua berkat kegigihan anggota Satgas TMMD bersama masyarakat, sehingga progress pembangunan bisa sesuai target” ungkapnya.

Dia mengatakan semangat gotong royong dan kebersamaan antara Satgas TMMD dengan masyarakat menjadi hal positif yang membuat semua pekerjaan fisik maupun nonfisik dapat berjalan dengan.

Baca Juga :   Pengemudi Mabuk, Inova Terjun Bebas ke Dasar Sungai di Wondiboi

“Dukungan dari masyarakat di sini sangat luar biasa, Mereka tidak hanya membantu tenaga tetapi juga menyediakan material yang dibutuhkan seperti pasir sungai. Kalau semangat gotong-rotong ini tetap terjaga, kami optimis semua sasaran fisik dapat selesai sebelum TMMD ditutup nanti,” ucap Afrun.

TMMD di Kampung Yabore, Kabupaten Teluk Wondama Papua Barat dibuka pada 8 Mei lalu oleh Asisten Sekda Teluk Wondama Richardus Kilmas mewakili Bupati Hendrik Mambor. TMMD dijadwalkan berlangsung selama 30 hari hingga 6 Juni 2024. (Nday)

 

Pos terkait