Kasus TB Paru Tinggi, Puskesmas Aisandami Gandeng Distrik Siap Lakukan Skrining Massal

WASIOR, Kabartimur.com– Penyakit tuberkulosis paru (TB Paru) di Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat terutama di wilayah Distrik/Kecamatan Teluk Duairi dan Distrik Roon masih cukup tinggi.

Data dari Puskesmas Aisandami yang wilayah pelayanannya mencakup Distrik Teluk Duairi dan Distrik Roon mencatat pada periode Januari sampai April 2024 terdapat total 16 kasus kasus TB Paru.

Temuan kasus TB Paru itu tersebar pada delapan kampung/desa di mana setiap kampung rata-rata didapatkan satu sampai empat kasus.

TB Paru sendiri merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh kuman TB yang menyerang paru-paru.

“Sampai sekarang (2024) sudah ada tiga kasus meninggal dunia. Padahal sebenarnya penyakit ini bisa disembuhkan dengan minum obat (secara rutin), “ungkap dr Julio Ericks Krey yang bertugas di Puskesmas Aisandami dalam  Lokakarya Mini Lintas Sektor di aula Puskesmas Aisandami, Jumat, 17 Mei 2024.

Baca Juga :   PT Wijaya Sentosa Sudah Bayarkan 57 M untuk Kompensasi Hak Ulayat di Wondama

Kepala Puskesmas Aisandami Mesak Sayori mengatakan jumlah kasus TB Paru di wilayah Teluk Duairi dan Roon berpotensi jauh lebih tinggi. Hal itu lantaran sebagian besar warga masih enggan bahkan menolak diperiksa atau diskrining oleh petugas medis.

Rata-rata di setiap kampung, warga yang telah mengikuti pemeriksaan bahkan belum mencapai separuh dari keseluruhan penduduk yang menjadi sasaran.

Sebagai contoh di Kampung Aisandami Distrik Teluk Duairi, dari 618 jiwa yang menjadi sasaran, baru 32 orang saja yang menjalani skrining.

Maka dari itu, kata Mesak, pihaknya bersama Pemerintah Distrik Teluk Duairi telah bersepakat untuk melaksanakan skrining massal dalam waktu dekat ini.

“TB Paru merupakan penyakit menular jadi berpotensi jadi besar. Sehingga kami ada punya program dan sudah disampaikan ke Pak Distrik rencana kami mau skrining massal.  Untuk Kampung Aisandami dulu kami mencoba melakukan hal ini. Kalau memang sukses berarti kami bergeser ke kampung-kampung lain, “ucap Mesak.

Baca Juga :   35 Ekor Sapi Jadi Hewan Kurban Idul Adha, Bupati dan Wabup Wondama Sumbang 7 Ekor

Kepala Distrik Teluk Duairi Kristian Yosep Manupapami menyatakan mendukung dilakukannya skrining massal kasus TB Paru. Dia sendiri menyakini jumlah kasus sebenarnya masih jauh lebih tinggi dari yang telah ditemukan pihak Puskesmas Aisandami.

“Kami sudah koordinasi dengan Kepala Puskesmas, walaupun tidak ada anggaran tapi kami siap membantu agar dilakukan sosialisasi sekaligus dilakukan skrining (massal). Karena saya sayang dengan masyarakat saya sebab banyak yang sakit bahkan sudah ada beberapa yang meninggal, “ucap Kristian.

Sementara itu Bidan Rismayanti dari Puskesmas Aisandami mengungkapkan,  pihaknya juga menemui banyak kendala dalam hal pengobatan terhadap pasien kasus TB Paru.

Antara lain, pasien tidak disiplin minum obat. Warga yang merupakan kontak erat kasus positif   masih sering menolak saat  dilakukan pemeriksaan dahak.

“Masih banyak yang tidak mendukung dalam pengobatan. Kadang petugas sudah kasih obat, kan tidak mungkin petugas datang rutin ke rumah jadi kita sampaikan ke keluarga. Tapi kadang keluarga juga tidak mengingatkan untuk minum obat, “ujar Bidan Risma.

Baca Juga :   Turun Kampung, Bupati Imburi Sosialisasikan Jaga Jarak untuk Cegah COVID-19

Lokakarya Mini di Puskesmas Aisandami turur dihadiri Kepala Distrik Roon Elvis Kereway, para kepala kampung yang masuk dalam wilayah pelayanan Puskesmas Roon, kader Posyandu serta perwakilan dari sekolah.

Juga hadir Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Hanok Waprak yang hadir mewakili Kepala Dinas Kesehatan Teluk Wondama. (Nday)

 

 

Pos terkait